Menhub pastikan harga tiket pesawat jelang Nataru belum lampaui batas atas

Senin, 17 Desember 2018 | 08:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui masih menerima keluhan dari masyarakat terkait mahalnya harga tiket pesawat. Keluhan muncul untuk tiket pesawat tujuan Indonesia timur yang menjadi salah satu destinasi utama pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

"Tapi sejauh ini yang kami lihat, harga tiket yang diberlakukan belum melampaui batas atas," kata Budi saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, akhir pekan lalu.

Menhub sendiri mengaku telah meminta kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Prames agar mengawasi kenaikan harga tiket ini. Budi tidak ingin terjadi kenaikan yang signifikan sehingga membuat calon penumpang kesulitan.

Lonjakan harga tiket menjelang momen liburan memang terus terjadi. Sebagai contoh, dikutip dari laman pemesanan tiket pesawat Traveloka, tarif pesawat Lion Air dari Jakarta menuju Bali pada 24 Desember 2018 dijual dengan harga termurah Rp 1,2 juta.

Sementara untuk rute yang sama, Citilink menjual tiket dengan harga Rp 1,3 juta. Sedangkan di hari biasa seperti sebulan setelahnya, 24 Januari 2019, tiket Lion Air dijual seharga Rp 829 ribu dan Citilink Rp 1,1 juta.

Ketentuan mengenai tarif batas atas dan tarif batas bawah penerbangan dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016. Beleid itu mengatur tentang Mekanisme Formula Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam aturan ini disebutkan ketentuan batas atas dan batas bawah untuk berbagai rute penerbangan. Untuk Jakarta-Bali dengan pesawat proppeler atau di atas 30 kursi, tarif batas atasnya adalah Rp 2,6 juta dan tarif batas bawahnya Rp 808 ribu. Sementara untuk pesawat jet, tarif atas Jakarta-Denpasar adalah Rp 1,6 juta dan batas bawahnya Rp 495 ribu.

Sebelumnya Budi juga mengaku memanggil maskapai penerbangan untuk membahas tarif ini. 

Sementara Polana Banguningsih berjanji akan terus mengawasi pergerakan harga tiket pesawat di masa liburan akhir tahun ini. Sebab, pemerintah di sisi lain juga telah menyetujui penambahan slot penerbangan hingga 16.000 kursi untuk seluruh maskapai. "Kami juga menyebarkan edaran ke Otoritas Bandara untuk memonitornya," kata Polana. kbc10

Bagikan artikel ini: