Bakal booming, gas batubara bisa lebih murah ketimbang elpiji

Rabu, 19 Desember 2018 | 08:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gasifikasi batubara atau dimethyl ether (DME) diyakini akan bisa diterima masyarakat sebagai pengganti Liquifeid Petroleum Gas (elpiji). Hal ini disebabkan harga DME yang lebih murah dibanding elpiji non subsidi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Sumber Daya Mineral, Batubara & Listrik, Boy Garibaldi Thohir, mengatakan jika pemerintah ingin mengganti elpiji dengan DME, maka perlu segera gencar melakukan sosialisasi.

"Balik baliknya ke pasar. Gimana nih penerimaan terhadap DME," kata Boy, dalam forum International Energy Agency (IEA) Coal Forecast to 2023 di Mega Kuningan, Jakarta (18/12/2018).

"Sekarang kan masyarakat belum familiar sama DME. Tapi masyarakat banyak yang familiar sama elpiji. Nah tapi saya yakin bisa pelan pelan," tambahnya.

Boy pun yakin, DME bisa bersaing dengan elpiji jika tidak disubsidi. Sebab, harga produk hilir batubara tersebut jauh lebih murah ketimbang LPG yang saat ini sebagian bahan bakunya berasal dari impor. "Ini kenapa elpiji lebih kompetitif, ya karena subsidi. Kalau tidak ya DME ya lebih kompetitif DME," tuturnya.

Untuk teknologi, saat ini sudah ada teknologi yang cukup maju mengubah batubara menjadi DME. Sehingga ada keraguan untuk menerapkan hilirisasi batubara menjadi gas. "Itu menurut saya maju lah ya. Salah satu yang cukup advance dalam teknologi nilai tambah itu memang china. Kita sendiri sudah bicara sama Xen Hua Energy. Coal to Liquid. Coal to Gas. Coal to amonia dan Coal to DME," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: