Kemendag Ingin peran perempuan pengusaha meningkat

Rabu, 19 Desember 2018 | 17:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag)  berupaya meningkatkan peran perempuan pengusaha Indonesia. Salah satunya dengan memberikan pelatihan singkat yang dilengkapi dengan solusi efektif.

Berdasarkan hasil studi terbaru Trade and Private-Sector Assistance (TPSA) Project yang melibatkan 335 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) menyebutkan perempuan pengusaha memiliki tantangan lebih besar karena harus berperan ganda.

Mereka harus dapat membagi waktu antara bisnis dan rumah tangga. Perempuan pengusaha juga kerap memiliki keterbatasan dalam menjalin hubungan dengan jaringan bisnis sehingga akses permodalan dan pasar lebih sulit terbuka.

"Kondisi ini menjadi tantangan bagi perempuan. Maka itu, kami terus berupaya membantu meningkatkan kesempatan dan peran kaum hawa dalam berbisnis," ujar Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan melalui keterangan resmi, Rabu (19/12/2018).

Upaya tersebut tampak pada penyelenggaraan lokakarya bertajuk 'Enhancing Women-Owned SMEs’ Access to Capital'. Melalui lokakarya, para peserta diberikan pelatihan singkat untuk menganalisis permasalahan permodalan yang dilengkapi dengan solusi efektif.

Metode penyampaian materi lokakarya dilakukan melalui simulasi agar peserta lebih memahami proses penyaluran pinjaman modal oleh bank dan institusi keuangan untuk menghindari bunga besar, biaya administrasi mahal, dan biaya-biaya mengikat lainnya.

"Peserta dibimbing dalam melakukan presentasi profil bisnis untuk meyakinkan calon investor. Sebagai pendukung dan melengkapi pengetahuan para peserta juga diberikan pengetahuan mengenai pemasaran, pengemasan, dan material bahan baku," ungkap Marolop.

Selain itu, peserta lokakarya juga diperkenalkan kepada sumber-sumber pendanaan dari lembaga nonbank yang dapat menjadi alternatif bagi UKM untuk memperoleh akses finansial. Lembaga-lembaga tersebut menawarkan skema pemberian pendanaan bagi UKM yang berbeda dari skema pendanaan dari bank pada umumnya dengan syarat yang lebih mudah, praktis, tanpa kolateral, dan tanpa bunga.

“Kegiatan lokakarya seperti ini secara berkesinambungan akan dilaksanakan di daerah-daerah agar peran perempuan dalam perekonomian Indonesia dapat lebih meningkat," tandasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: