Tinjau kesiapan suplai BBM, Jonan minta Pertamina tingkatkan pengawasan di daerah wisata dan ruas jalur tol

Senin, 24 Desember 2018 | 20:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan melakukan pengawasan di sejumlah fasilitas vital. Bersama Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa selaku Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Jonan melihat sendiri bagaimana penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) dilaksanakan dengan baik serta bagaimana kondisi stok yang ada di Terminal BBM Surabaya Grup. Pemantauan juga dilakukan di SPBU yang dekat dengan lokasi longsor jalan Gubeng dan di PT PLN Transmisi Jawa bagian timur dan Bali di Waru Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, Jonan meminta agar Pertamina lebih intensif melakukan pengawasan dan penambahan pasokan BBM di seluirh wilayah, utamanya daerah wisata dan ruas jalan tol yang baru dibuka yang masih belum ada fasilitas SPBU-nya. ''Saran saya untuk suplai BBM di wilayah wisata dan ruas jalan tol ditingkatkan. Karena ada beberapa ruas tol yang baru dibuka dan belum ada fasilitas SPBU nya di rest area jalur tersebut,''tegas Jonan saat melakukan pengawasan di TBBM Surabaya Group, Perak Surabaya, Senin (24/12/2018). Sementara itu, Fanshurullah mengatakan bahwa pengawasan lapangan ini sebagai tindak lanjut pembentukan Tim Posko Nasional Energi Dan Sumber Daya Mineral sebagai persiapan dalam menyambut Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. “Alhamdulillah koordinasi kita dengan Pertamina dan PLN berjalan dengan baik. Dari pantauan yang kami lakukan, kami pastikan suplai BBM aman di seluruh Indonesia dan tidak ada kendala. BBM satu harga juga sudah sesuai target 130 unit SPBU beroperasi juga sudah tercapai. Khusus untuk wilayah terdampak bencana Tsunami, setelah dari sini kami akan langsung melakukan peninjauan kesana. Saya akan langsung cek bagaimana suplai BBM, SPBU, Elpiji di sana. Terkait putusnya jalur Gilimanuk dan Denpasar, saya juga meminta kepada Pertamina untuk mengalihkan jalur suplai. Harus ada opsi jalur yang lain,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur (LSCI) Pertamina Gandhi Sriwidodo menyatakan bahwa kondisi suplai BBM di wilayah Jatim aman. Di TBBM Surabaya Group, kapasitas tangki timbun TBBM untuk Premium mencapai 47.000 kiloliter (KL), Solar 33.163 KL, Pertamax Turbo 5.001 KL dan Pertamax 44.899. “Untuk stok BBM di TBBM Surabaya Group juga aman. Premium stoknya bisa mencukupi 23,1 hari, Pertamax sekitar 18 har, Pertamax Turbo sekitar 23,4 hari, Solar sekitar 9,3 hari dan stok Pertadex saat ini mencapai sekitar 151,8 hari,” terangnya. Adapun kenaikan BBM pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2019 diprediksi rata-rata mencapai 6 persen. Dengan perincian Premium naik 9 persen, Pertalite naik 7 persen, Pertamax naik 2 persen. Khusus untuk daerah wisata seperti Batu dan Malang, kenaikan konsumsi BBM diprediksi lebih besar, mencapai sekitar 10 persen hingga 15 persen sehingga penambahan pasokan BBM juga akan ditingkatkan sesuai kebutuhan. “Untuk pasokan BBM di sepanjang ruas tol Surabaya yang belum ada SPBUnya, kami akan menambah empat kiosK Pertamax, yaitu di KM 575 Tol Ngawi - Sragen, KM 597 Tol Wilangan - Ngawi, KM 626 Tol Wilangan - Ngawi, KM 678 Tol Mojokerto - Kertosono (fungsional) dan di KM 725 Tol Surabaya - Mojokerto,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: