Sampoerna Kayoe mendobrak batasan dengan tanam 67 juta pohon

Senin, 24 Desember 2018 | 20:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejak dimulai pada tahun 2001, program Penanaman Pohon Kemitraan yang digagas Sampoerna Kayoe telah menanam 67 juta pohon di penjuru Indonesia.

"Uniknya, penanaman pohon ke-67 juta ini berlangsung pada bulan Desember 2018, bulan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional," ujar CEO Sampoerna Kayoe Riko Setyabudhy Handoko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/12/2018)

Melalui program ini, Sampoerna Kayoe bermitra dengan kelompok tani di penjuru Indonesia, dan secara berkala membagikan bibit pohon sengon untuk ditanam bersama-sama. Sejak tahun 2001, Sampoerna Kayoe tidak pernah berhenti membagikan jutaan bibit setiap tahunnya.

Program ini merupakan wujud dari komitmen Sampoerna Kayoe terhadap masa depan berkelanjutan. Hadir sejak awal berdirinya perusahaan, komitmen ini mendapat napas baru bersamaan dengan transformasi brand yang dijalani oleh Sampoerna Kayoe pada tahun 2018, dengan semangat baru "Unlimit Possibilities".

"Di Sampoerna Kayoe, kami selalu berusaha mendobrak batasan kemungkinan. Mengubah yang terbatas jadi tak terbatas. Mengubah kemungkinan jadi kenyataan. Semua demi mewujudkan masa depan yang berkelanjutan," kata Riko.

Berkat komitmen ini juga, Sampoerna Kayoe berhasil menjadi perusahaan pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council) atas inovasinya mengembangkan kayu karet sebagai bahan baku produksi.

Berdiri pada tahun 1978, Sampoerna Kayoe merupakan salah satu penyedia solusi engineered wood terkemuka, tidak hanya di Indonesia, namun juga Asia Tenggara. Dengan kapasitas produksi lebih dari 850,000 m3 per tahunnya, produk-produk Sampoerna Kayoe telah diekspor ke 35 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Korea dan Asia Tenggara. Kbc11

Bagikan artikel ini: