Produknya kian diminati, kekayaan bos Uniqlo bertambah Rp101 triliun

Rabu, 26 Desember 2018 | 10:20 WIB ET

TOKYO, kabarbisnis.com: Kekayaan bos Uniqlo, Tadashi Yanai semakin meroket berkat popularitas baju Uniqlo yang makin meningkat. Hal itu berdasarkan perhitungan penjualan tahun fiskal Uniqlo yang berakhir pada Agustus lalu.

Penjualan internasional Uniqlo tercatat melewati penjualan di ranah domestik untuk pertama kalinya di tahun ini. Alhasil, harta Tadashi Yanai bertambah USD 7 miliar atau Rp 101 triliun (USD 1 = Rp 14.552), demikian laporan Forbes.

Tanai adalah bos dari Fast Retailing Co., yakni induk dari Uniqlo. Pendapatan Fast, ditambah pencapaian Uniqlo, meningkatkan harga saham perseroan yang tercatat di bursa Tokyo dan Hong Kong.

Uniqlo adalah portmanteau dari kata Unique dan Clothing, dan juga berakar dari toko baju Unique Clothing Warehouse yang didirikan Yanai di Hiroshima pada 1984. Sementara, Fast Retailing awalnya bernama Ogori Shoji yang berdiri pada 1963.

Menurut informasi resmi Uniqlo, toko mereka sudah hadir di 15 negara dan lebih dari 1.300 toko. Desain kreatif dan kolaboratif, serta harga terjangkau menjadi andalan perusahaan ini. Salah satu yang baru keluar di Indonesia adalah edisi Shonen Jump.

Berkat kekayaannya yang meningkat, Yanai berada di urutan nomor 2 pada daftar miliarder paling untung di 2018 versi Forbes. Nama bos Uniqlo tepat berada di bawah Jeff Bezos, orang terkaya di dunia.

Nasib sebaliknya justru dirasakan Amancio Ortega, bos Zara, yang berada di urutan nomor 2 miliarder paling rugi tahun ini setelah Mark Zuckerberg.

Yanai sudah berusia 69 tahun dan pernah berkata ingin terus bersaing dengan brand-brand baju internasional lainnya. Ia pernah menyebut bahwa berbisnis mirip seperti pertandingan Olimpiade, dan targetnya adalah mendapatkan emas. kbc10

Bagikan artikel ini: