Menperin klaim tak ada industri terdampak tsunami Selat Sunda

Kamis, 27 Desember 2018 | 16:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bencana alam tsunami Selat Sunda telah meluluhlantahkan kawasan di Banten dan Lampung Selatan. Tsunami tersebut menerjang daratan pada Sabtu (22/12/2018) lalu. Tsunami mengakibatkan puluhan bangunan serta banyak nyawa melayang dan korban luka-luka.

Terkait kerusakan yang terjadi, Kementerian Perindustrian menyatakan tidak ada industri yang menjadi korban terjangan tsunami tersebut. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan tidak ditemukan adanya industri yang menjadi korban tsunami di wilayah bencana tersebut.

"Industri tidak ada yang terdampak, tadi kami sudah cek di daeah Serang, Cilegon," kata Menperin Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Menperin menjelaskan, industri tidak ada yang terdampak sebab mereka sudah menerapkan mitigasi atau pencegahan bencana yang tepat. "Karena memang industri ini sebagian sudah mengantisipasi terhadap mitigasi tsunami maupun gempa, jadi standardnya lebih tinggi," ujarnya.

Sebelumnya, gelombang tsunami yang menyapu kawasan pesisir Pantai Anyer di Pandeglang, Jawa Barat, dan Lampung selatan, kemarin masih menyisakan teka-teki soal penyebabnya.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, sempat mengatakan bahwa tsunami yang terjadi di Selat Sunda disebabkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan bukan gempa bumi.

Namun, beberapa saat kemudian, Triyono kembali mengabarkan bahwa tsunami Selat Sunda lebih tepatnya disebabkan oleh longsor bawah laut di sekitar area Gunung Anak Krakatau. Penelitian lebih lanjut masih dilakukan. kbc10

Bagikan artikel ini: