Naik enam kali lipat, Huawei kapalkan 200 juta unit pada 2018

Kamis, 27 Desember 2018 | 20:28 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Huawei Consumer BG hari ini mengumumkan bahwa pengapalan smartphone-nya untuk tahun 2018 telah melewati angka 200 juta unit. Semua berkat dukungan yang luar biasa dari pelanggan dan partner Huawei di seluruh dunia, dan tak melupakan tentang kekuatan produk Huawei, termasuk seri Huawei P20, dan seri Mate 20.

Pengapalan 200 juta unit ini telah memecahkan rekor baru bagi Huawei.

Dalam delapan tahun terakhir, pengapalan smartphone Huawei telah bertumbuh enam kali lipat, dari 3 juta unit pada 2010 menjadi 200 juta unit pada 2018. Di pasar smartphone global, Huawei telah berkembang dari sekadar label “Lainnya” dalam statistik menjadi pemain Top 3 di dunia. Lalu pada kuartal kedua dan ketiga 2018, Huawei meraih posisi terbesar ke-2 di dunia dengan pangsa pasar global 14,6%.

Saat ini, smartphone Huawei telah digunakan lebih dari 500 juta orang di lebih dari 170 negara di seluruh dunia. Menurut laporan dari IPSOS, salah satu institusi riset third-party terkemuka di dunia, brand Huawei telah diasosiasikan dengan ide yang terus berkelanjutan, punya kemampuan inovasi yang kuat, dan layak dipercaya di mata para konsumen di seluruh dunia.

Deputy Country Director Huawei Device Indonesia, Lo Khing Seng mengatakan, melihat ke masa depan, Huawei akan terus berfokus pada konsep inti Huawei, yaitu 'consumer-centric', dan tak takut untuk berinovasi, serta senantiasa berupaya menjadi pioner dan pemimpin dalam gelombang revolusi smartphone selanjutnya. Termasuk secara konstan menciptakan value baru bagi pengguna, sehingga pengguna kami bisa menikmati hidup mereka dan benar-benar membuat Huawei menjadi brand yang dicintai penggunanya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Kami berjanji akan terus secepatnya menghadirkan smartphone premium dan paling inovatif kami bagi pengguna di Indonesia serta menghadirkan layanan purna jual terbaik, sebab Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Huawei di Asia Tenggara,” kata Khing Seng melalui siaran tertulisnya, Kamis (27/12/2018). kbc7

Bagikan artikel ini: