Produksi migas PT Pertamina EP Asset 4 di 2019 ditarget naik hingga 5 kali lipat lebih

Jum'at, 28 Desember 2018 | 17:28 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah koordinasi SKK Migas berkomitmen untuk meningkatkan produksi migas Asset 4 secara signifikan di tahun 2019. Untuk produksi minyak sebesar 82.500 BOPD dari realisasi produksi 2018 sebesar 14.085 BOPD dan produksi gas ditarget sebesar 970 MMSCFD dari tahun 2018 sebesar 177 MMSCFD.

PT Pertamina EP Asset 4 adalah KKKS yang melaksanakan kegiatan  pengelolaan lapangan migas di Cepu (Jawa Tengah), Poleng Offshore (Jawa Timur), Sukowati Area (Jawa Timur), Donggi Matindok (Sulawesi Tengah), hingga Papua (Papua Barat).

Direktur Operasi dan Produksi Pertamina EP, Chalid Said Salim menjelaskan bahwa percepatan rencana kerja adalah satu bagian dari strategi perusahaan untuk mendapatkan hasil produksi lebih dini. “Langkah yang ditempuh adalah dengan mempercepat pekerjaan yang bisa dilaksanakan lebih awal, kami percaya dengan memaksimalkan penggunaan waktu dapat memberikan hasil yang lebih baik,” terangnya di Surabaya, Jumat (28/12/2018).

Ia menjelaskan bahwa target angka produksi berdasarkan usulan WP&B tahun 2019 untuk minyak sebesar 82.500 BOPD dan gas 970 MMSCFD. Target tersebut naik signifikan dibanding pencapaian di tahun 2018

General Manager Asset 4, Agus Amperianto mengatakan bahwa produksi migas Asset 4 di tahun 2018 sangatlah positif dan melampaui target WP&B yang ditetapkan dengan produksi minyak 14,085 BOPD dari target 13,649 BOPD dan gas sebesar 177 MMSCFD dari target 166 MMSCFD. 

“Melihat pencapaian ini, maka kami optimis dapat mencapai target komitmen produksi minyak sebesar 17,000 bopd dan 169 MMSCFD untuk gas di tahun 2019,” tegasnya.

Dalam kesempatan lain Presiden Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, Kamis (27/12/2018) berkesempatan memimpin Kick Off Meeting Percepatan Rencana Kerja di kantor PT Pertamina EP Pusat yang diikuti seluruh wilayah Asset Operasi dan Lapangan. Ia menyampaikan bahwa setiap pekerja harus dapat mengelola tantangan melalui fokus dalam eksekusi rencana kerja dengan mengimplementasikan budaya HSSE, sinergi antar fungsi dan efektif dalam menggunakan biaya. 

Direksi Pertamina EP sepakat bahwa dengan sinergi antar fungsi, baik fungsi core business maupun support, dapat bersama melawati tantangan untuk meningkatkan kinerja Pertamina EP. Semua lini pun memberikan kontribusi terhadap target kinerja operasi tanpa terkecuali. 

“Dengan bekerja bersinergi maka Impossible is Nothing, kita harus sepakat dulu terhadap target Perusahaan sehingga mempunyai pemahaman yang sama, lakukan yang terbaik berdasarkan tugas pokok masing-masing,” pesannya. 

Lebih lanjut beliau menjelaskan secara rinci terkait dengan strategi pencapaian rencana kerja tahun 2019 antara lain terkait dengan aspek HSSE dan fokus eksekusi program kerja pemboran yang sudah direncanakan. “Selain itu kita harus terus memonitor terintegrasi proses pengadaan, monitoring progress fisik dan biaya secara rutin, serta cost effectiveness”, terang beliau, 

PT Pertamina EP mempunyai wilayah kerja yang sangat luas di Indonesia dan didukung dengan sumber daya manusia yang handal. Dengan luasnya wilayah kerja tersebut maka menjadi suatu tantangan dan peluang tersendiri bagi Pertamina EP agar dapat memaksimalkan hasil produksi sesuai rencana kerja yang telah disepakati. 

“Kami terus mengingatkan untuk menjalankan operasional dengan excellent serta zero accident. Bagi kami, Safety is Priority, seluruh pekerja dan mitra wajib bekerja dengan memperhatikan kaidah keselamatan kerja. Kerja aman, keluarga pun tenang,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: