Food Lokal komitmen angkat usaha kuliner skala UMKM di Surabaya

Senin, 31 Desember 2018 | 09:45 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Minat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor kuliner untuk mengembangkan usahanya cukup tinggi. Hal ini seiring dengan makin berkembangnya potensi pasar.

Tak heran jika banyak pecinta kuliner Surabaya yang beralih dari penikmat menjadi pengusaha karena melihat prospek yang cerah dari bisnis tersebut.

Sayangnya, belum banyak kesempatan yang bisa didapat oleh pebisnis UMKM, mulai terkendala modal hingga ketatnya persaingan di pasar.

Sadar akan hal ini, Food Lokal, sebuah pujasera baru yang berlokasi di Jalan Raya Gubeng 66, Surabaya melalui tangan dingin pemilik sekaligus pengelolanya, Andre Soenjoto ingin memberikan kesempatan kepada pebisnis kuliner skala UMKM di Surabaya untuk sama-sama berkembang dalam menangkap peluang bisnis di sektor ini.

"Dengan adanya Food Lokal, kami berharap agar para UMKM dapat memaksimalkan bisnisnya, memanfaatkan lokasi strategis Food Lokal untuk menarik para pelanggan dan mendapatkan banyak pesanan. Apalagi di era digital sekarang ini, bisa dimanfaatkan untuk bisnis katering atau pesan antar," jelas Andre di sela acara pembukaan Food Lokal baru-baru ini.

Andre menambahkan, guna mendorong program tersebut, akan ada banyak pelatihan-pelatihan yang diadakan secara berkala untuk membantu usaha para UMKM dalam mengembangkan usaha mereka. 

Pujasera Food Lokal mengangkat konsep pujasera garden terrace untuk menambah kenyamanan pelanggan dan suasana rindang di tengah kota Surabaya. Dengan interior, eksterior dan furnitur yang nyaman, menyantap makanan lokal yang disediakan para UMKM asli Surabaya menjadi lebih menarik, seperti Gado-Gado (Gado-gado MasBro), Rawon dan Sop Buntut (Sop & Rawon Mak Ci), Nasi Bebek (Bebek 75), Tahu Campur (Kedai Harmoni), Kikil (Pawon Mbak Ru), Aneka Sate (Pojok Sate), Tahu Walek (Pricissnack), Mie Pedas Ayam (Mie Berkah Pipi Tembem), Special Spicy Wing (Golden Chix), Ceker Pedas (Ceker Sambel Yuk Rah), Sate Seafood Bakar (Kedai Nyomot) dan Teh Rasa Buah (Sugha Drinks).

"Di sini pengunjung bisa menikmati beragam hidangan lokal dengan harga terjangkau dengan tempat yang sangat nyaman, homy dan instagramable. Kami memiliki indoor dan outdoor seating yang luas berkapasitas 300 kursi dan dapat digunakan oleh para pelanggan untuk makan bersama keluarga, hang out dengan teman atau reservasi untuk acara ulang tahun, seminar, workshop dengan fasilitas yang lengkap," ulas Andre.

Undang anak yatim piatu

Sementara itu acara pembukaan Food Lokal sendiri mengangkat “Let’s be Grateful, Celebrate and Share” dengan mengundang anak yatim piatu dari Yayasan “Baitul Mahfudz” dan dimeriahkan oleh aksi sulap dari Mr. Icax.

Acara pembukaan Food Lokal juga digelar beragam games untuk adik-adik yatim piatu dan diakhiri dengan nyanyian merdu yang dibawakan oleh acoustic band untuk menghibur para pelanggan Food Lokal.

Dalam sambutannya, Andre Soenjoto selain menyampaikan rasa syukur atas pembukaan Food Lokal, juga memberikan tips and trik yang menarik untuk memulai dan mengelola pujasera kekinian hingga teknik marketing online yang saat ini sedang populer di kalangan pengusaha restoran.

"Kunci kesuksesan sebuah pujasera tidak hanya bergantung pada lokasi yang strategis dan konsep yang menarik, tetapi juga bagaimana kita memberdayakan skill dari tim pengelola Food Lokal dan menjaga komunikasi antar tenant agar dapat berkembang dan maju bersama," ujarnya.

Menurutnya, dengan kiat-kiat yang tepat untuk memulai, mengelola dan mengembangkan usaha kuliner, kesuksesan bisnis pujasera ada di depan mata. kbc7

Bagikan artikel ini: