BEI pede tahun ini bisa jaring 57 emiten baru

Rabu, 2 Januari 2019 | 15:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis menatap tahun 2019. BEI pun menargetkan bisa menjaring lebih dari 57 emiten baru pada tahun baru untuk melantai di bursa saham.

Direktur Utama BEI Inarno Djayadi mengatakan, menatap tahun baru harus dengan rasa optimis, karena itu pihaknya menargetkan jumlah emiten yang terdaftar di bursa bisa lebih tinggi lagi dibandingkan 2018. Sebelumnya, Inarno memang menargetkan 35 perusaahan bisa melantai di bursa pada tahun 2019.

"Kami harapkan lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018 kami capai 57 perusahaan (listing/emiten baru). Harapkan tahun ini bisa lebih dari itu," ujarnya saat ditemui Gedung BEI, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Menurut Inarno, pada awal tahun ini sudah ada 14 perusahaan yang pipelinenya sudah diterima oleh BEI. Sementara itu, ada sekitar 40 perusaahan yang secara terang-terangan menyampaikan minatnya untuk IPO di tahun 2019 kepada dirinya.

"Yang kemarin aja ada 14. Tapi saya belum tahu lagi. Kalau ngga salah lebih dari 40-an ya tahun ini," jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Inarno, pada tahun 2018 lalu juga target jumlah emiten yang IPO juga meningkat drastis. Pada tahun lalu BEI menargetkan hanya 35 emiten baru saja namun pada kenyataanya jumlah emiten baru di BEI hingga akhir tahun mencapai 57.

"Potensinya masih besar. Terus terang aja, tahun lalu kita (soal IPO) tertinggi sejak 1992. kami pikir soal tahun ini, Insya Allah bisa lebih dari itu," ucapnya.

Oleh karena itu untuk mengejar lebih banyak lagi, pihaknya akan terus memperkuat dengan pihak pemerintah. Di sisi lain, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi-sosiliasi kepada perusaahan yang belum berani mencatatkan sahamnya di BEI.

"Kami pikir soal tahun ini, Insya Allah bisa lebih dari itu. Kuncinya sosialisasi dan edukasi, serta bekerja sama dengan stakeholder kita, seperti underwriter, OJK, atau Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN. Kita bisa coba," jelasnya.

Ditambah Inarno, kondisi perekonomian global dan dalam negeri diprediksi akan mulai stabil pada tahun 2019. Stabilnya ekonomi global akan menimbulkan sentimen positif yang bisa menggerakkan perusahaan untuk IPO.

"Kembali lagi kami sebagai penyedia perdagangan efek. Biar transparan, wajar, dan efisien. Kami konsentrasi ke situ. Kalau soal ekternal faktor udah dari sana," kata Inarno. kbc10

Bagikan artikel ini: