OJK klaim kredit perbankan di 2018 tumbuh 12,45 persen

Rabu, 2 Januari 2019 | 20:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim pertumbuhan kredit perbankan sepanjang tahun lalu mencapai 12,45 persen. Raihan tersebut melampaui target kredit yang dipatok di awal tahun, yakni 10 persen - 12 persen.

Ketua Dewan Komisioner (DK) Wimboh Santoso menuturkan capaian ini mencerminkan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), pelaku usaha, dan OJK, dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Apalagi, tak dapat dipungkiri gejolak ekonomi global di sepanjang tahun lalu bak rollercoaster. 

"Pertumbuhan kredit kita lumayan sudah dua digit, yaitu 12,45 persen. Tahun lalu, 8 persen," ujarnya di Kompleks BI, Rabu (2/1/2018). 

Meski tumbuh double digit, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan OJK Heru Kristiyana mengatakan pihaknya akan mengevaluasi penyaluran kredit masing-masing bank. Evaluasi itu dilakukan untuk mengklasifikasikan bank yang harus didorong maupun dijaga pertumbuhan penyaluran kreditnya. 

Menurut dia, OJK menekankan pertumbuhan kinerja perbankan yang berkualitas dengan tetap menjaga stabilitas kinerjanya, sehingga betul-betul memberikan manfaat kepada pertumbuhan ekonomi. 

"Kalau mereka sumber dananya oke, banknya sehat, kami dorong lebih cepat untuk bertumbuh (penyaluran kredit). Tetapi, kalau sumber dananya pas-pasan, maka agak direm sedikit. Anda utamakan dulu kesehatan bank," imbuh Heru. 

Dari sisi kredit macet atau Nonperforming Loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,2 persen, sementara NPL nett sebesar 1,1 persen. Ia berharap tensi konomi global tahun ini mereda sehingga mengurangi potensi kredit macet. 

"Hingga saat ini, kami sebagai pengawas tetap konsisten melakukan pengawasan bank per bank atau secara individual, supaya risiko likuiditas, risiko kredit, bisa kami jaga dengan baik," katanya. 

Sementara, tahun ini, OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini akan berkisar 12 persen-13 persen. Target itu terbilang stagnan, apabila kredit bank umum tahun lalu benar bertumbuh 12,45 persen. 

Namun, Heru menjelaskan bahwa prediksi tersebut belum memperhitungkan target pertumbuhan kredit dari bank-bank kecil dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). 

"Semoga nanti setelah kami hitung di akhir bulan ini, kami bisa mendapat angka (target) yang pasti, saya harapkan lebih tinggi dari sekarang," jelas Heru. 

Tak cuma kredit perbankan, OJK juga memamerkan kinerja pasar modal yang cemerlang tahun ini. Lihatlah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi indeks dengan kinerja terbaik kedua di Asia Pasifik, setelah India. 

Memang, IHSG terkoreksi. Namun, pelemahannya dinilai wajar, hanya 161,16 poin (2,54 persen) dari 6.355 di awal tahun menjadi 6.194,5 di akhir tahun. 

Sementara itu, India berhasil menjadi satu-satunya negara yang mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 2.102 poin (6,17 persen). kbc10

Bagikan artikel ini: