Wamen ESDM apresiasi upaya Pertamina pasok BBM selama libur Nataru

Jum'at, 4 Januari 2019 | 18:18 WIB ET

LABUAN BAJO, kabarbisnis.com:  Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Arcandra Tahar, melakukan kunjungan kerja ke Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Komodo, Labuan Bajo untuk memastikan pasokan energi primer di NTT pada Kamis (4/1/2019).

Dalam arahannya, Arcandra juga menyampaikan apresiasi atas peran Pertamina dalam mendukung program pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, juga atas pencapaian Pertamina dalam Program BBM Satu Harga, khususnya di NTT.

Arcandra berharap target Pertamina dalam mendirikan BBM Satu Harga dapat dilanjutkan sesuai target hingga 2019. Selain itu, Arcandra menyampaikan bahwa Kementerian ESDM akan melakukan studi untuk melaksanakan Program Konversi Minyak Tanah ke LPG, baik untuk masyarakat maupun nelayan di NTT, dan meminta Pertamina untuk ikut berperan.

Dalam kunjungan tersebut, hadir juga antara lain Anggota Komisi VII, Ferry Kase, Komite BPH Migas, Henry Achmad, dan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula. Kunjungan diterima Direktur Logistic, Supply Chain, & Infrastructure (LSCI), Gandhi Sriwidodo, dan GM MOR V, Ibnu Chouldum.

“DPPU Komodo merupakan pilot project untuk melayani bandara-bandara perintis. Konsep DPPU modular relatif lebih sesuai untuk menyuplai kebutuhan Avtur di bandara perintis, untuk tetap menghubungkan daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain serta mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah,” tutur Gandhi Sriwidodo dalam siaran pers yang diterima kabarbisnis.com, Jumat (5/1/2019).

Sementara itu, Ibnu.Chouldum  menyampaikan bahwa selama masa Satgas Natal dan Tahun Baru 2019, sempat terjadi kenaikan konsumsi hingga 50 persen di DPPU Komodo, dengan jumlah penerbangan rata-rata hingga 15 penerbangan per hari. Namun Pertamina mampu menjaga ketahanan stock diatas batas aman, yakni lebih dari 20 hari dengan rincian di DPPU sebesar 7 hari dan di Terminal BBM Ende lebih dari 13 hari.

“Pertamina MOR V pada tahun 2018 ditargetkan untuk mengoperasikan 10 titik BBM Satu Harga, namun hingga bulan Desember sudah terealisasi sebelas titik dengan rincian lima titik di NTB dan 6 enam titik di NTT. Hasil tersebut melebihi target yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diharapkan dapat membawa manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: