6 Januari diprediksi jadi puncak arus balik penumpang di bandara

Sabtu, 5 Januari 2019 | 08:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 memasuki masa akhir. Diprediksi untuk angkutan udara, puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 5-6 Januari 2019, atau pada hari-hari terakhir waktu liburan sekolah.

Guna memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus gelar rampcheck di 36 bandara yang dipantau.

Program rampcheck dalam rangka Natal dan Tahun Baru telah dimulai tanggal 15 Desember 2018 dan akan berakhir pada 10 Januari 2019. Hasil rampcheck yang dilakukan oleh Inspektur Penerbangan (Airworthiness inspector, Flight operation inspector, Cabin safety inspector dan Aircraft dispatcher inspector) per tanggal 3 Januari 2019 pukul 12:00 WIB telah melakukan pemeriksaan sebanyak 2212 Inspeksi dengan jumlah pesawat yang diperiksa 546 registrasi pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, menjelaskan bahwa kegiatan rampcheck yang dilakukan di beberapa lokasi bandara tersebut rutin dilakukan.

"Total armada yang disiapkan untuk angkutan udara pada angkutan Nataru adalah sebanyak 544 pesawat dari 13 badan usaha angkutan udara, sehingga kita harus benar-benar memastikan bahwa seluruh armada yang dioperasikan maskapai laik terbang, melalui kegiatan rampcheck. Rampcheck merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh inspektur penerbangan dari Ditjen Hubud dan juga merupakan rangkaian dari rampcheck yang sudah dijadwalkan selama masa angkutan udara Natal dan Tahun Baru 2019," ujar Polana di Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Semua pesawat yang digunakan, dipastikan telah siap dan laik untuk melayani penumpang yang bepergian dengan menggunakan angkutan udara. Berdasarkan tipe pesawat, Boeing B737-800NG merupakan tipe pesawat yang diperiksa paling banyak dengan 138 registrasi pesawat yang diinspeksi sebanyak total 628 kali, kemudian Airbus A320-200 dengan 119 registrasi pesawat yang diinspeksi sebanyak total 531 kali, dan ATR 72-500/600 dengan 73 registrasi pesawat yang diinspeksi sebanyak total 274 kali inspeksi.

Sementara berdasarkan operator, pesawat milik Garuda Indonesia, merupakan pesawat terbanyak dengan 131 registrasi pesawat yang diinspeksi sebanyak total 463 kali, Lion Air dengan 112 registrasi pesawat yang diinspeksi sebanyak total 541 kali dan Wings Air 60 registrasi pesawat yang diinspeksi sebanyak total 227 kali.

Jika dilihat dari lokasi ramp check, Bandara Hang Nadim Batam telah melaksanakan 153 kali inspeksi dengan 105 registrasi pesawat, kemudian Bandara Hasanudin Makasar melakukan 145 kali inspeksi dengan 121 registrasi pesawat dan Bandara Soekarno Hatta dengan 139 kali inspeksi dengan 115 registrasi pesawat serta Bandara Dominique Edward Osok Sorong dengan 117 kali inspeksi terhadap 65 registrasi pesawat.

Polana mengungkapkan bahwa selama masa Nataru, semua pesawat yang digunakan melayani angkutan udara Nataru telah dirampcheck dan kondisinya laik.

"Pesawat yang digunakan, yang telah dirampcheck, semuanya lain terbang. Dari hasil rampcheck ada temuan-temuan yan bersifat minor, namun statusnya semuanya telah closed, sehingga diizinkan untuk terbang," jelasnya terkait hasil rampcheck.

Dia menambahkan bahwa selama masa Nataru, belum ada halangan yang mengakibatkan pelayanan Nataru terganggu. "Kondisi cuaca yang kurang baik akhir-akhir ini kami antisipasi dengan melakukan koordinasi dengan stakeholder penerbangan antara lain Airnav dan BMKG," pungkas Polana. kbc10

Bagikan artikel ini: