Pemerintah pastikan buka impor jagung tambahan 30.000 ton

Senin, 7 Januari 2019 | 16:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan adanya impor jagung tambahan sebesar 30.000 ton dari rencana awal sebesar 100.000 ton di November lalu. Saat ini, pemerintah tengah mengurus surat persetujuan impor (PI).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan saat ini, proses impor memasuki tahap pengusulan penugasan ke Perum Bulog sebagai penanggung jawab teknis. "Prosesnya, Bulog baru bisa impor kalau ada penugasan dari Kementerian BUMN," ujar Oke di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Oke menegaskan rencana impor jagung 30.000 ton itu sudah disetujui dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama pemangku kepentingan terkait. Angka 30.000 ton ditetapkan sesuai dengan perhitungan kebutuhan para peternak.

Nantinya, jagung tersebut ditujukan kepada para peternak mandiri yang dijual dengan harga Rp 4.000 per kilogram (kg). Jagung impor tambahan diprediksi akan masuk pada pertengahan Februari sampai akhir Maret.

Oke mengatakan, sesuai dengan perhitungan dalam rakortas, komoditas itu tidak akan bentrok dengan panen raya yang diprediksi terjadi pada awal April. Dengan begitu, pemerintah memastikan jagung impor dapat terserap maksimal oleh para peternak.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti mengatakan harga jagung di sejumlah daerah memang sedang mengalami kenaikan. Menurutnya, saat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkunjung ke Wonosobo beberapa waktu lalu harganya terbilang tinggi."Sekitar di atas Rp 5.000 per kilogram," ujarnya.

Harga itu diketahui lebih tinggi dari harga acuan penjualan ke konsumen yang tertuang Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, yakni Rp 4.000 per kg.

Tjahja juga mengatakan pihaknya telah mendengar keluhan dari para peternak unggas mengenai tingginya harga jagung saat ini. Ia berharap, dengan keputusan impor jagung, harga komoditas di pasaran dapat kembali stabil sehingga berdampak pada kestabilan harga telur dan daging ayam.

Terkait distribusi ke peternak, Tjahya menuturkan, pihaknya tidak bertanggung jawab atas penugasan tersebut. "Itu dikelola langsung oleh Bulog. Mereka yang mengatur," katanya.

Kesempatan berbeda Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, impor jagung tambahan dilakukan mengingat persediaan yang masih kurang.

 

Terakhir, pengajuan impor jagung sebanyak 100 ribu ton sudah terealisasi 70.000 ton pada akhir Desember. Sisanya, 30.000 ton, diprediksi akan masuk pada pekan ketiga Januari.

Darmin meminta kepada Perum BULOG untuk bisa lebih agresif dalam mendistribusikan jagung hasil impor tersebut. Hal ini harus dilakukan agar harga jagung bisa lebih cepat terasa dan berdampak pada penurunan harga telur ayam ras.

Presiden Peternak Layer (ayam petelur) Ki Musbar Medi mengatakan harga jagung masih berada di atas Rp 6.000 per kg atau lebih dari 50 % dari harga yang ditentukan dalam Permendag. Menurut Musbar peternak masih kesulitan memperoleh pasokan jagung , meski pemerintah telah membuka opsi impor jagung sebesar 100.000 ton.kbc11

Bagikan artikel ini: