Serapan B20 tahun lalu lampaui target

Senin, 7 Januari 2019 | 20:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Serapan biodiesel di dalam negeri meningkat signifikan tahun lalu. Kenaikan tersebut diharapkan terus berlanjut ke depan sehingga dapat mengurangi kebergantungan terhadap energi fosil dan menekan pemborosan devisa negara.

Sepanjang 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebutkan telah menyerap sekitar 6,01 juta kilo liter (KL) biodiesel sawit, melebihi target sebesar 5,70 juta KL. Bahkan, angka tersebut lebih besar ketimbang capaian pada 2017 dan 2016 yang masing-masing sebesar  mencapai 3,41 juta KL dan 3,65 juta KL.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan naiknya serapan ini tak lain karena kebijakan B20 yang digalakkan massif di berbagai sektor sejak 1 September 2018 lalu. Dengan demikian, mampu mengurangi beban impor BBM.“Capaian ini berdampak pada penghematan devisa negara sekitar US$2,01 miliar atau setara dengan Rp28,42 triliun,” kata Agung di Jakarta, Senin (7/1/2018).

Sementara itu Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati pada bulan Januari 2019 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. HIP bahan bakar biodiesel turun sebesar Rp 218 per liter menjadi Rp 6.371 per liter dari bulan Desember 2018. Harga tersebut ditambah besaran ongkos angkut sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri ESDM No. 350/K/12/MEM/2018.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, HIP biodiesel terus merosot sejak bulan Oktober 2018 dari Rp 7.341 per liter menjadi Rp 6.371 per liter pada bulan Januari 2019.

Bila dibandingkan year on year (yoy), pergerakan harga Biodiesel ini mirip pada periode tahun sebelumnya dimana HIP biodiesel melemah sejak bulan Oktober 2017 dari Rp8.518 per liter menjadi Rp8.000 per liter pada bulan Januari 2018.Penurunan HIP biodiesel pada Januari ini dipicu oleh harga rata-rata minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) periode 15 November 2018-14 Desember 2018. Adapun harga CPO juga mengalami penurunan menjadi Rp5.872 per kg dari sebelumnya Rp 6.086 per kg.kbc11

Bagikan artikel ini: