Makanan sehat dan unik diramal banyak diburu pelanggan via Go-Food

Rabu, 9 Januari 2019 | 12:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Go-Food, layanan pesan antar makanan yang merupakan bagian dari ekosistem Go-Jek menilai dan memprediksi tren kuliner di tahun 2019.

Sepanjang tahun 2018, Go-Food telah menjaring mitra merchants kuliner yang luas dimana hingga tahun lalu mengalami peningkatan jumlah mitra UMKM lebih dari 50%

Chief Commercial Expansion Go-Jek, Catherine Hindra Sutjahyo menjelaskan, di tahun keempat Go-Food, lewat platform tersebut jutaan masyarakat terbantu menemukan rekomendasi kuliner di seluruh Indonesia.

Hampir 300.000 mitra merchants yang bergabung maka semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kemudahan dalam wisata kuliner.

“Tentunya ini sejalan dengan komitmen awal GoJek menjadi business enabler bagi ekosistem kami,” ungkap Catherine dalam keterangan tertulis, Selasa (8/1/2019).

Sebagai layanan pesan antar makanan terbesar di Asia Tenggara, platform tersebut mempermudah masyarakat lewat kategori pilihan kuliner bagi para pengguna untuk menemukan pilihan makanan dan minuman se-nusantara.

Salah satu merchants Go-Food mengklaim, bahwa pihaknya berhasil mencatat peningkatan transaksi hingga 1000% lewat platform Go-Food.

Vice President Go-Food, Aristo Kristandyo mengatakan, dari seluruh daerah operasional Go-Food, Kota Sukabumi, Samarinda, Balikpapan, Padang dan Cirebon merupakan 5 kota dengan pertumbuhan transaksi paling tinggi.

Dalam keterangan tersebut, ia juga menilai tren kuliner 2019, Go-Food memprediksi makanan dan minuman akan memiliki pertumbuhan positif. Makanan dengan tema kesehatan dan jajanan unik juga akan menjadi tren tahun ini.

Jenis makanan sehat seperti salad, green tea, dan burger sushi. Sedangkan jajanan unik seperti cheese tea, sushinut dan indonut (jajanan olahan mie berbentuk donat).

“Dari data ini masyarakat kerap cukup mudah menerima dan mencoba jenis makanan baru,” tutupnya. kbc10

Bagikan artikel ini: