Jaga stabilisasi harga pangan, Bulog Jatim lepas 10 armada untuk tiga area

Kamis, 10 Januari 2019 | 17:38 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Perusahaan Umum (Perum) Bulog Divisi Regional Jawa Timur melakukan peluncuran armada pasokan beras beras medium dan beberapa komoditas pangan strategis ke Pasar Rakyat/Tradisional dalam rangka Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium untuk Wilayah Jawa Timur Tahun 2019 di Kantor Perum Bulog Subdivre Surabaya Utara.

Sesuai dengan keputusan Rakortas tanggal 19 Desember 2018, dan Surat Kemendag No 02/M-DAG/SD 1/2019 tanggal 02 Januari 2019 sehubungan untuk menjaga stabilisasi harga beras medium untuk tetap stabil serta di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tersedia pasokannya di masyarakat, Pemerintah menugaskan Perum BULOG untuk melakukan intervensi pasar secara massive melalui kegiatan KPSH Beras Medium menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Pelaksanaan KPSH Beras Medium dengan menggunakan CBP ini dimaksudkan sebagai upaya stabilisasi harga beras untuk meredam kenaikan harga dan/atau mencegah  terjadinya kenaikan  harga, serta meningkatkan pasokan beras medium guna menjaga ketersediaan pasokan beras medium di masyarakat. Pelaksanaan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium dengan menggunakan CBP ini bertujuan agar konsumen mendapatkan harga beras yang terjangkau dan terjaga daya belinya,serta dapat membantu menyeimbangkan pasokan beras di pasar

“Pemerintah melalui Bulog, melakukan KPSH serentak di seluruh Jawa Timur dan Indonesia sejak pekan lalu sesuai perintah dari Kantor Pusat. Persediaan beras di Bulog Divre Jatim sebesar 620.248 ton yang tersebar di 13 Sub Divre kami. Selama tahun 2018, Perum Bulog Divre Jatim telah mendistribusikan beras medium sebanyak 96.193 ton melalui Kegiatan KPSH di seluruh Jawa Timur,” jelas Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim di Kantor Bulog Sub Divre Surabaya Utara, Sidoarjo, Kamis (10/1/2019).

Kali ini, dalam pelaksanaan Kegiatan KPSH di area wilayah kerja Surabaya Utara, Perum Bulog melepas 10 armada yang akan didistribusikan ke Kota Surabaya (Pasar Wonokromo, Pucang, Genteng, Keputran, dan Tambah Rejo), Kab Sidoarjo (Pasar Larangan, Krian dan Sukodono)  dan Kab Gresik (Pasar Manyar dan Kebomas. 

Komoditas per armada yang dibawa adalah Beras Medium 1,5 ton, Beras Premium 1 ton, Minyak 120 lt, Gula 500 kg. Selain itu beras medium juga disalurkan melalui berbagi jaringan distribusi antara lain Rumah Pangan Kita (RPK), Mitra Bulog, dan canvasing oleh Bulog. Sedangkan untuk kabupaten/kota yang lainnya di Jawa Timur telah dilakukan launching secara serentak pada tanggal 02 dan 03 Januari 2019.

Peluncuran Kegiatan KPSH dihadiri pula oleh Perwakilan Pemprov Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, BPS Provinsi Jawa Timur, Satgas Pangan Polda Jawa Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov Jatim, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan  Biro Administrasi Perekonomian Pemprov Jawa Timur sebagai bentuk sinergi antara Perum Bulog dengan instansi pemerintah terkait.

Pada kesempatan yang sama Unit Industri Pangan dan Perlindungan Konsumen Ditreskrimsus Polda Jatim Achmadi mengatakan bahwa dari pantauan yang dilakukan, harga pangan di Jatim relatif stabil. Kondisi ini menurutnya berkat kerja keras masyarakat dan aparat pemerintah selama beberapa tahun terakhir.

“Kami dari satgas pangan, dibentuk sejak tahun 2017 atas amanat dari presiden yang ditugaskan untuk mengawal betul atas ketersediaan dan stabilisasi harga pangan serta distribusinya. Dan setelah dua tahun, ini baru bisa dirasakan dampaknya. Sekarang tidak ada lagi gonjang-ganjing harga pangan yang mencolok,” tegas Ahmadi. 

Dijelaskan, Tim TPID secara periodik telah melakukan kegiatan yang bersifat preventif dan represif. Kegiatan yg bersifat represif adalah kegiatan tindakan hukum bagi pelaku usaha yang bermain-main di bidang pangan.  Dan sejak tahun 2017, Tim dari Polda Jatim sudah melakukan proses penyidikan sebanyak 162 kasus.  Khusus beras, ada sekitar 11 kasus yang ditangani Polda Jatim. 

“Sekarang proses penyelesaian sudah mencapai 84 persen. Kami berharap tidak ada lagi kasus-kasus pangan lainnya. Tetapi kami tetap melakukan monitoring terhadap persediaan, distribusi dan kestabilan harga. Dengan kerjasama ini kami percaya pangan di jatim bisa dikendalikan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono mengatakan agar masyarakat percaya bahwa beras medium yang dijual Bulog seharga Rp 8.500 per kilogram enak dan layak dikonsumsi, maka ia beserta pegawai Pemprov Jatim lainnya akan melakukan pengujian dengan mengonsumsinya. 

“Beras medium yang dijual Bulog ini kan murah dan bagus. Agar masyarakat yakin, kita dulu yang harus mencobanya. Dan ini akan menjadi pilihan bagi masyarakat. Ada beras yang premium dan ada juga yang beras medium ini, harganya murah dan rasanya juga enak,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: