Bukalapak ogah masuk bursa, ini alasannya

Kamis, 10 Januari 2019 | 18:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan rintisan alias startup mau mencatatkan sahamnya di bursa. Namun ajakan itu rupanya belum direspon oleh pelaku startup di Tanah Air.

Bukalapak misalnya, beralasan bahwa perusahaan enggan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini lantaran banyak kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi setelah menjadi perusahaan terbuka.

Chief Finance Officer (CFO) Bukalapak Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan, salah satu kewajiban yang dimaksud adalah mengumumkan kinerja perusahaan seperti melaporkan keuangannya di keterbukaan informasi BEI.

"Kalau sudah IPO itu harus publish data segala macam, kayaknya ribet," kata Fajrin di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Selain itu, Fajrin menyebutkan, yang menjadi keberatan perusahaan rintisan (startup) seperti Bukalapak adalah bocornya strategi atau rencana inovasi perusahaan karena harus selalu disampaikan kepada publik.

"Karena selama ini perusahaan tercatat istilahnya ingin dengan inovasi yang cepat sekali itu. Tapi jangan sampai inovasi ini diketahui banyak orang dan ditiru dengan cepat sekali," jelas dia.

"Jadi itu yang menjadi concern kita, enggak hanya soal angka. Misalkan kegiatan penting dan sebagainya," imbuh dia.

Bukalapak, kata Fajrin, sudah memberitahu perihal ini kepada BEI. Ia berharap, selain ada kemudahan-kemudahan startup untuk IPO, perusahaan juga menginginkan adanya relaksasi dari kewajiban-kewajiban untuk IPO para perusahaan startup.

"Terakhir, masukan dari kami adalah kewajiban-kewajiban peraturan yang sudah IPO ada relaksasi enggak," ucap dia. kbc10

Bagikan artikel ini: