OP massif, BULOG siap gelontorkan stok 600 ribu ton beras

Kamis, 10 Januari 2019 | 19:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Perum BULOG melakukan operasi pasar (OP) secara massif untuk menahan gejolak inflasi .Pasalnya, panen raya padi baru akan berlangsung mulai Maret mendatang.

Dirut Perum BULOG Budi Waseso mengatakan stok beras BULOG di awal tahun 2019 sebesar 2,1 juta ton,sekitar  1,7 juta ton dari pengadaan impor akan mengalami susut sekitar 600.000 ton untuk keperluan stabilisasi harga. Harga beras di tingkat distributor sebesar Rp 8.100 per kilogram (kg). Sementara, di tingkat konsumen sebesar Rp 8.500 per kg.

“Izin OP kepada BULOG melakukan hingga Mei mendatang,” ujar Buwas begitu biasa disapa di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Untuk keperluan OP, hasil rapat koordinasi terbatas menko perekonomian menugaskan Perum BULOG  melakukan OP sebesar 15.000 ton per hari. Namun, Buwas mengaku data di lapangan menunjukkan pasar baru mampu menyerap 5.000 ton per hari. Menurutnya meningkatnya pendapatan rumah tangga  juga merubah preferensi masyarakat yang cenderung mengkonsumsi beras premium.

Namun, menurut Buwas tupoksi yang diberikan BULOG tetap mengawal persediaan dan harga beras medium. Kenaikan harga medium berkontribusi terhadap peningkatan angka inflasi sehingga turut menyebabkan kenaikan jumlah masyarakat miskin.

Padahal disisi lain, BULOG juga ditugaskan menyerap beras petani pada panen raya hingga Juni mendatang akan terkumpul 1,8 ton beras. Buwas berharap dengan stok beras sisa pengadaan tahun 2018 sebesar 1,4 juta ton maka akan memperkuat cadangan pangan beras pemerintah sepanjang  tahun 2019.  

Untuk itu, mantan Kabareskrim Polri ini memiliki strategi penyaluran yakni menghabiskan stok beras dalam negeri terlebih dahulu.”Bisa berbentuk operasi pasar tapi bisa pula dengan cara komersial,” kata dia.

Sementara, untuk beras ex impor dapat di mix (dicampur red) akan dipasarkan ke sebagian wilayah Sumatera. Hal itu mengingat preferensi masyarakatnya yang lebih menyukai rasa beras pera.

Catatan BULOG,realisasi OP sepanjang tahun 2018 mencapai 544.649 ton. Angka realisasi OP beras Cadangan Beras Pemerintah ini merupakan yang tertinggi selama 10 tahun terakhir. Khusus Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten realisasi KPSH tahun 2018 sebesar 64.668 ton. Adapun tahun 2019, realisasi OP beras medium sudah sebesar 37.017 ton dengan rata-rata penyaluran 7.000-8.000 kg per hari.

Sebelumnya pada kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke gudang BULOG di Kelapa Gading, Jakarta mengatakan stok beras BULOG di awal 2019 yang ditopang asal beras impor sebagai solusi pemerintah untuk meredam gejolak harga beras. Menurut Presiden pengadaan impor itu untuk mencari keseimbangan.

“Jangan sampai petani senang, masyarakat tidak senang (harga beras melonjak red). Jangan sampai masyarakat senang , petaninya tidak senang (harga beras merosot red),” terangnya.kbc11

Bagikan artikel ini: