APBN bakal biayai pengadaan motor listrik di instansi pemerintah

Senin, 14 Januari 2019 | 22:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan pengembangan sepeda motor listrik di Indonesia.Selain menyusun Peraturan Presiden (Perpres) soal motor listrik, pemerintah juga akan mengalokasikan anggaran pengadaan motor listrik bagi instansi pemerintahan tahun depan.

"Kita sudah memikirkan, dana APBN yang dialokasikan untuk sepeda motor akhir tahun depan, harus segera dibelikan sepeda motor listrik, sehingga bisa kurangi polusi dan impor," kata Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Luhut menjelaskan fokus pemerintah yang pertama adalah mengkonversi transportasi publik dari penggunaan BBM ke listrik terlebih dulu. Lalu dilanjutkan ke sepeda motor yang direncanakan dapat mulai direalisasikan tahun depan.

"Angkutan publik dan sepeda motor bisa memiliki dampak signifikan untuk kurangi polusi seperti dilakukan China saat Olimpiade 2008. Sekarang jauh lebih bagus karena di Beijing tidak ada lagi sepeda motor BBM, semua baterai dan juga angkutan publik," ujar Luhut.

Luhut juga mengatakan dalam waktu dekat akan digelar rapat terbatas untuk mengebut perpres kendaraan listrik. "Kita mungkin akan pilih Keppres jadi belum mau disclose di sini," jelasnya.

Asal tahu saja, Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) sudah menginisiasi untuk pembuatan motor listrik bernama Gesits. Dari inisiasi tersebut kemudian ikut bergabung sejumlah perusahaan termasuk BUMN PT Wijaya Karya Tbk, PT Pertamina, PT Telkomsel.

Sementara itu dari pihak swasta ada PT Gesits Technologies Indo (GTI), yang kemudian bersama dengan PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, membentuk anak usaha yakni PT Wijaya Manufakturing ( WIMA ). WIMA ini lah yang akan memproduksi sepeda motor listrik bernama Gesits secara massal. kbc11

Bagikan artikel ini: