Produksi mobil listrik di Indonesia, Hyundai siap investasi Rp14,1 triliun

Senin, 14 Januari 2019 | 23:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hyundai, perusahaan otomotif asal Korea Selatan, telah menyatakan minatnya untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Nilai investasi yang bakal digelontorkan sekitar USD1 miliar atau setara Rp 14,12 triliun (USD 1=Rp 14.123).

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kabar tersebut dia dapat setelah berbicara dengan petinggi Hyundai, di Korea Selatan.

"Dia (Hyundai) bilang USD 1 miliar. Sekitar itu. Saya tanya sambil makan berapa kau punya investasi, saya bawa USD 1 bilion, bisa lebih tergantung kapasitas." kata Menko Luhut, di Kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Menko Luhut mengatakan bahwa pabrik mobil listrik tersebut diarahkan untuk dibangun di kawasan industri Bekasi, Karawang, atau Purwakarta. Diharapkan dengan hadirnya mobil listrik, industri lain dari hulu hingga hilir akan hadir mengikuti.

"Lokasi kita sedang lihat. Bekasi-Karawang-Purwakarta," jelas Luhut.

Dia mengatakan pembicaraan dengan pihak Hyundai masih terus dilakukan. Dalam waktu dekat Hyundai akan mengirimkan timnya untuk membahas terkait pengembangan industri mobil listrik.

"Dengan Hyundai saya sudah ketemu akhir tahun kemarin bulan Desember awal di Seoul. Nanti akhir bulan ini, Tim Hyundai, akan ke sini untuk bicara," ujarnya.

Selain mobil listrik, pemerintah pun terus mendorong pengembangan bahan baku baterai lithium yang menjadi salah satu komponen penting kendaraan listrik di dalam negeri.

Diketahui pabrik bahan baku baterai lithium untuk mobil listrik sendiri sedang dalam proses dibangun di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah. Pabrik milik PT QMB New Energy Materials tersebut ditargetkan selesai dalam 16 bulan ke depan sehingga dapat beroperasi pada pertengahan 2020. kbc10

Bagikan artikel ini: