Kementan siap distribusikan 20 juta ekor ayam/Itik ke 400.000 RTM

Selasa, 15 Januari 2019 | 19:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan)  I Ketut Diarmita mengungkapkqn pembangunan peternakan dan kesehatan hewan pada tahun 2019 kembali difokuskan pada kegiatan percepatan peningkatan populasi dan produksi sapi/kerbau melalui Upsus Siwab dan pengentasan kemiskinan melalui program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera). 

“Tahun 2019 Kementan akan mendistribusikan 20 juta ayam/itik ke 400.000 Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP)”, kata Ketut pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di IPB International Covention Center (IICC) Botani Square Bogor, Selasa (15/1/2019).

Kegiatan itu dihadiri seluruh Kepala Dinas`yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan provinsi se Indonesia dan Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis), serta Eselon 2 lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Ketut menjelaskan kegiatan prioritas tahun 2019 tetap dilaksanakan untuk peningkatan produksi dan pengentasan kemiskinan. “Kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) tetap dilanjutkan dengan target 3 juta akseptor," terangnya.

Ia berharap UPT-UPT perbibitan dapat menjadi pelopor untuk pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB). I Ketut mencontohkan jika Meksiko memiliki UPT perbibitan 9 unit, sedangkan Ditjen PKH memiliki 7 UPT perbibitan. Dalam 10 tahun Meksiko mampu mengembangkan sapi potong di UPT perbibitannya, sehingga saat ini Meksiko menjadi negara pengekspor. 

Demikian juga halnya dalam pengembangan pakan juga harus diperkuat data potensi lokasi dan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pakan. Untuk program BEKERJA, Ketut menjelaskan Kementan pada tahun ini menargetkan bantuan unggas lokal (ayam/itik) sebanyak 20 juta, naik 100% dari target 2018 yang hanya 10 juta ekor. “Target ini naik 100%, dari 200.000 RTMP tahun 2018 naik menjadi, 400.000 RTMP tahun 2019," tambahnya.

Pada tahun 2018 Ditjen PKH telah mendistribusikan ayam/itik sebanyak 6 juta ekor beserta paket bantuan pakan dan obat-obatan terhadap 120.000 RTMP. Sedangkan pada tahun 2019, Ditjen PKH akan mendistribusikan bantuan ayam/itik sebanyak 12 juta ekor beserta paket bantuan pakan, obat-obatan dan kandang terhadap 240.000 RTMP.

Selain itu juga Ditjen PKH tetap fokus pada peningkatan produksi pakan ternak, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan, penyediaan benih dan bibit, produksi ternak, serta peningkatan pemenuhan persyaratan produk hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)

Menurutnya hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahwa tugas dan fungsi pertanian adalah meningkatkan produksi, pemanfaatan teknologi, menciptakan inovasi baru,  perkarantinaan, pengawasan, perbaikan sarana dan prasarana produksi. Tahun 2019 ini Kementan fokus dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, pengentasan kemiskinan melalui program BEKERJA, pengembangan lahan rawa (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani/SERASI), Obor Pangan Lestari (OPAL), dan mengembalikan kejayaan rempah-rempah.

Ketut menjelaskan skema bantuan ternak dalam program Bekerja dilakukan dengan memberikan bantuan ternak berupa unggas lokal (ayam/itik), kambing/domba beserta kandang dan pakan, serta obat-obatan dan bimbingan teknis yang ditujukan kepada RTMP.

"Saya berharap untuk provinsi yang mendapat bantuan BEKERJA dalam rapat teknis ini untuk aktif melakukan diskusi, sehingga kegiatan tersebut dapat segera dieksekusi," ujarnya.kbc11

Bagikan artikel ini: