KPPU duga ada kartel dalam penetapan tarif tiket pesawat domestik

Rabu, 16 Januari 2019 | 19:53 WIB ET
Komisioner KPPU, Dr. M. Afif Hasbullah
Komisioner KPPU, Dr. M. Afif Hasbullah

SURABAYA, kabarbisnis.com: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga ada permainan harga atau kartel pada penerapan tarif tiket pesawat domestik yang sempat mengalami kenaikan. 

"Kami sedang mendalami, kami sedang mengkaji, tetapi memang, tanda tanda untuk adanya satu kesepakatan, itu bisa jadi, tapi ini bukan judgement," kata Komisioner KPPU, Dr. M. Afif Hasbullah, dalam acara forum jurnalis di Surabaya, Rabu (16/1/2019).

Indikasi tersebut, kata Afif ditengarai pasar penerbangan di Indonesia yang Oligopolistik, atau pasar dimana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Diketahui, jika jumlah maskapai Indonesia tidak banyak. Bahkan di jalur jalur tertentu, pemainnya bisa jadi satu maskapai. 

Indikasi lainnya adalah, untuk penerbangan domestik, terdapat tarif batas bawah dan batas atas. Kebijakan ini tidak berlaku bagi penerbangan internasional. Sehingga tak heran, jika orang Aceh untuk ke Jakarta, lebih memilih lewat Kuala Lumpur. 

"Batas atasnya itu tiga kali lipat dari batas bawah. Jadi kalau batas bawahnya 500 (ribu) , maka batas atasnya bisa 1,5 (juta). Nah beberapa bulan ini memang terjadi ada jalur jalur yang naik, bahkan naiknya melewati," terangnya. 

Meski demikian, tambah Afif, apabila indikasi ini telah ditemukan fakta dan data, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan penyelidikan.kbc6

Bagikan artikel ini: