Hanya dalam waktu 15 hari, film DreadOut ditonton 800 ribu orang lebih

Minggu, 20 Januari 2019 | 20:34 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sejak tayang perdana di seluruh bioskop pada 3 Januari 2019, film DreadOut telah menembus di atas 800 ribu penonton pada hari ke-15. Angka tersebut menunjukkan respon positif masyarakat terhadap film adaptasi dari game pertama di Indonesia.

Dan sebagai apresiasi kepada penonton, pemeran film DreadOut  kembali menyapa penggemarnya di Surabaya melalui kegiatan seperti Meet and Greet dan Theatre Visit dihadiri oleh CEO Digital Happiness, Game Developer DreadOut, Rahmad Imron, serta sejumlah pemain film seperti Marsha Aruan yang berperan sebagai Jessica, dan Isyadillah sebagai Beni. 

“Kegiatan ini merupakan juga sebagai bentuk kegiatan promosi film besutan sutradara Kimo Stamboel dari The Mo Brothers diberbagai kota di Indonesia,” ujar Game Developer DreadOut, Rahmad Imron di Surabaya, Sabtu (19/1/2019).

Menurut pengakuannya, selama proses syuting DreadOut menyisakan cerita mistis yang dialami oleh Marsha Aruan. Saat berperan sebagai Jessica, Marsha harus memerankan tokoh yang menjadi sasaran serangan Hantu Kebaya Merah. Setelah terjebak di portal gaib, Jessica di sandera dan dikendalikan oleh Kebaya Merah. 

Namun ternyata, dalam adegan tersebut benar dihadiri sosok gaib, hal ini diceritakan Marsha saat bertemu dengan media di Surabaya.

Marsha Aruan menceritakan pengalaman mistisnya saat syuting film DreadOut.

”Anaknya Temen Bunda aku ada yang indigo gitu. Dia bisa lihat hantu. Aku awalnya nggak tahu apa-apa, kan. Terus diceritain kalau pas adegan itu (dikendalikan Hantu Kebaya Merah) di belakang kita (Marsha dan Rima Melati) ada satu sosok lagi. Muka hantunya ketutupan sama rambut panjang, terus pakai baju merah gitu lah. Mirip kuntilanak,” cerita Marsha.

Ia pun melanjutkan cerita bahwa tim promo DreadOut pernah beberapa kali melihat Hantu Kebaya Merah di dekat kantornya daerah Cipete Jakarta dan Hantu Kebaya Merah yang ditemui berambut panjang dan terurai ke depan.

Pengalaman mistis lainnya juga dialami oleh Irsyadillah  yang memerankan sosok Beni, di lokasi syuting. Irsyad mengaku sempat bertemu dengan sosok ibu-ibu yang awalnya dikira istri salah satu kru ternyata sosok makhluk halus.

”Jadi aku sama Cicio itu sedang lewat kemah para kru, aku lihat ada seorang ibu sama anak kecil di dalam tenda. Aku terus sapa ibu itu. Saat aku tanya salah satu kru, ternyata dia gak ada ajak istrinya. Dan mereka bilang gak ada orang di tenda tersebut. Jadi aku dan Cicio langsung merinding. Untung gak diganggu yang aneh-aneh selama syuting,” tuturnya.

Sesama pemain yang berada dalam syuting saat itu, Irsyadillah mengungkapkan dirinya baru menyadari kejadian tersebut, sehabis rilis teaser Film DreadOut. “Pocong yang di-calling itu cuma ada 10 atau 11 paling. Tapi habis take foto bersama pemain dan kru, ternyata di foto jumlah pocongnya bertambah satu atau dua,” katanya.

Meskipun terdapat pengalaman mistis, para creator merasa sangat bersyukur atas pencapaian film ini. Rahmad Imron mengaku sangat bersyukur atas apresiasi masyarakat Indonesia terhadap film ini. “Kami berharap melalui film ini, gim DreadOut semakin diminati oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Salah satu Produser film DreadOut, Wida Handoyo mengungkapkan, dirinya sangat senang dengan antusiasme  dan apresiasi positif masyarakat, hingga saat ini film DreadOut telah menembus di atas 800.000 penonton. Hal ini membuktikan bahwa film yang diangkat dari adaptasi game memiliki potensi yang menjanjikan di Indonesia.

Film DreadOut mengambil latar cerita sebelum kejadian dalam game terjadi (prekuel). Film DreadOut menceritakan sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial. Sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong, mereka sengaja mengunjungi apartemen tersebut di malam hari untuk merekam kegiatan mereka selama di sana. Tidak sengaja, salah satu anggota kelompok, Linda, membuka portal misterius dan membangunkan setan yang dapat menyeret mereka ke dalam neraka.kbc6

Bagikan artikel ini: