Armuji: Hidupkan Pasar Tunjungan untuk geliatkan ekonomi rakyat

Senin, 21 Januari 2019 | 11:57 WIB ET
Ketua DPRD Surabaya Armuji
Ketua DPRD Surabaya Armuji

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak pemerintah kota setempat untuk merevitalisasi Pasar Tunjungan yang telah puluhan tahun tak beraktivitas secara optimal alias “mangkrak”. Menghidupkan kembali pasar tersebut berarti membantu menggairahkan ekonomi rakyat.

Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan, Pasar Tunjungan adalah aset pemerintah kota yang terletak di tempat sangat strategis, yaitu kawasan segitiga emas Tunjungan-Embong Malang. Namun, sayangnya pasar itu telah puluhan tahun tak mendapat sentuhan pemerintah kota.

“Banyak surat dari masyarakat yang masuk ke kami. Mereka menyuarakan aspirasi untuk revitalisasi Pasar Tunjungan. Sayang sekali memang aset yang semestinya berguna untuk ekonomi rakyat dibiarkan tidak terurus seperti ini,” ujar Armuji saat mengunjungi Pasar Tunjungan pekan lalu. Politisi PDI Perjuangan didampingi anggota Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono.

Armuji prihatin melihat Pasar Tunjungan yang tak terawat. Dia menyusuri lorong demi lorong pasar tersebut, dari lantai satu sampai tiga. Sesekali disekanya debu yang menempel di tembok dan kaca hingga setebal satu centimeter, tanda pasar itu tak pernah dibersihkan bertahun-tahun.

Di lantai satu, hanya ada sekitar lima pedagang yang masih bertahan. Di lantai dua malah cuma ada satu pelaku usaha yang membuka kantor. Di lantai tiga malah kosong melompong.

Seluruh lorong di bangunan itu gelap dan pengap. Tak ada fasilitas penerangan. Juga tak ada toilet sama sekali. “Sangat menyedihkan. Kami mempertanyakan komitmen pemerintah kota dalam menggerakkan pasar ini,” ujar Armuji yang telah empat periode (20 tahun) dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Surabaya.

Lahan parkir Pasar Tunjungan penuh motor, tetapi bukan berasal daro pengunjung Pasar Tunjungan, melainkan orang yang hendak berkunjung ke Tunjungan Plaza (TP) yang memang legalnya berdekatan dengan pasar tersebut. 

Tanpa revitalisasi, imbuh Armuji, tak akan mungkin Pasar Tunjungan bisa bangkit. Sebab, hanya dengan penataan baru, warga dan pembeli tertarik untuk berkunjung. 

“Kondisinya seperti “rumah hantu” begini, ya mana mungkin orang mau datang,” tegas Armuji.

Oleh karena itu, Armuji mendesak Pemkot Surabaya dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya untuk bergegas menyiapkan langkah revitalisasi Pasar Tunjungan. Jangan lagi berasalan soal ketiadaan anggaran.

“Pemkot Surabaya dan PD Pasar Surya harus cari solusi. Anggaran bisa dialokasikan. Atau bisa juga menggandeng pihak ketiga atau menggalang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk merevitalisasi pasar ini agar menjadi simpul baru bagi penguatan ekonomi rakyat Surabaya,” ujar Armuji.

Asal dikemas dengan baik dan nyaman, Armuji yakin Pasar Tunjungan bakal kembali semarak. Selain untuk sentra perdagangan yang menjajakan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisa pula dipadukan dengan aktivitas seni-budaya dan kreativitas khas anak muda. Misalnya, di lantai atas bisa dibikin gedung teater atau pusat seni serta kreativitas generasil milenial Surabaya.

“Aktivitas Pasar Tunjungan bisa pula dipadukan dengan program ’Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan’ yang selama ini dijalankan Pemkot Surabaya. Pasti akan hidup, semarak, dan yang terpenting mampu menjadi stimulus baru bagi ekonomi rakyat Kota Surabaya. Kuncinya harus bersih dan nyaman,” ujar Armuji yang pada Pemilu 2019 bakal maju sebagai calon anggota DPRD Jawa Timur.

Sementara itu, Wakil Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T) Surabaya, Jalil Hakim, mendukung penuh sikap DPRD Surabaya yang ingin pasar tersebut dihidupkan kembali.

“Kami bangga dan mengapresiasi atas langkah Pak Armuji yang mendorong Pasar Tunjungan kembali dihidupkan dari kondisi hidup segan mati tak mau seperti saat ini,” ujar Jalil.

Dia berharap, aksi Armuji tersebut bisa mendapat perhatian Pemkot Surabaya. “Kami berharap Pemkot Surabaya jangan hanya mempersolek taman Surabaya, tapi juga pasar tradisionalnya. Jangan biarkan pasar tradisional kumuh,” ujar Jalil.

Jalil juga mendesak dilakukannya berbagai langkah kreatif dilakukan untuk merevitalisasi pasar tersebut, termasuk dengan melibatkan dana bantuan perusahaan besar.

“Kami akan sangat senang jika pasar ini direvitalisasi, menjadi pusat ekonomi rakyat dan mampu meningkatkan kesejahteraan usaha kecil seperti kami ini,” pungkasnya.

 

Bagikan artikel ini: