Hadapi panen raya jagung, Kementan siapkan 900.000 unit dryer

Selasa, 22 Januari 2019 | 19:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman akan menyiapkan 900.000 unit dryer (mesin pengering, red) untuk menyambut panen jagung. Kementerian Pertanian memproyeksikan puncak panen jagung dan beras akan terjadi kisaran Februari hingga April 2019.

"Kita antisipasi dan siapkan dryer dari Kementan atas perintah Presiden sebanyak 900 ribu unit untuk jagung dan beras. Tapi kita fokus jagung," kata Amran usai menghadiri rapat koordinasi pangan di Jakarta pada Selasa (22/1/2019).

Amran mengatakan telah melakukan kunjungan kerja ke Probolinggo, Jawa Timur untuk memantau harga jagung di tingkat petani. Dari kunjungan tersebut, diketahui posisi harga jagung di tingkat petani berada di level Rp 4.000 per kilogram (kg)."Nanti mulai masuk panen puncak ini bisa lebih murah. Sehingga, kita melalukan antisipasi dari sekarang," kata dia.

Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan penyerapan jagung untuk menjadi stok Bulog pada masa paceklik. Mentan mengatakan akan menyiapkan acuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung."HPP kita siapkan tapi kita lihat harga di lapangan. Volumenya intinya kita harapkan petani tidak rugi, peternak Insyaallah tidak membeli jagung dengan mahal," kata Amran.

Menanggapi hal ini, Presiden Forum Peternak Layer Nasional (PLN) Ki Musbar Mesdi mengatakan peternak masih kesulitan memperoleh jagung di pasar. Meski peternak layer skala UMKM memperoleh komitmen dapat membeli jagung impor dari Perum BULOG Rp 4.300 per kg.

Menurutnya impor jagung dari Perum BULOG sebesar 100.000 ton secara bertahap belum dapat menstabilkan harga jagung nasional di masa paceklik ini.Pasalnya, kontribusi konsumsi jagung dari peternak UMKM hanya 13 % dari kebutuhan .Sementara selebihnya yakni 87 % konsumsi jagung dikonsumsi peternak menengah –besar .

 “Saya meragukan di Probolinggo menjadi sinyal kita sudah memasuki panen raya jagung. Saya mendapat informasi dari Sugar Group sampai menyebarkan armada transportasinya ke Probolinggo . Untuk mendapatkan jagung, harganya masih tinggi , diatas Rp 6.200 per kilogram, lalu berapa harga pakan ditingkat peternak kalau harga di petaninya masih mahal ”terang Musbar kepada kabarbisnis.com.

Karenanya dia meragukan panen raya jagung akan terjadi pada Februari 2019.Pasalnya, musim hujan mengalami kemunduran satu bulan.Mayoritas petani menanam jagung sebagai tanaman sela setelah padi yang baru menanam padi pada akhir November atau awal Desember. “Saya prediksi panen raya jagung baru berlangsung di awal Maret. Kalau ini benar-benar terjadi berarti harga jagung masih akan terus stabil tinggi,”pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: