Jade Hamlet tawarkan rumah mulai Rp400 jutaan, ada pilihan 2 atau 3 kamar loh!

Selasa, 22 Januari 2019 | 22:54 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

GRESIK, kabarbisnis.com: Ketatnya persaingan di pasar properti mendasari kalangan pengembang untuk kreatif dalam menghadirkan produk yang bisa diterima konsumen. Seperti yang dilakukan pengembang perumahan Jade Hamlet di kawasan Menganti, Gresik.

Pengembang ini menawarkan rumah dengan harga terjangkau namun ada pilihan desain bagi konsumen, yakni dengan dua kamar tidur atau tiga kamar tidur.

Menurut Direktur PT Jade Development, Prany Riniwati, langkah itu dilakukan untuk mensiasati pilihan pasar, yang memiliki keinginan mengembangkan sendiri lahan yang tersisa.

"Di cluster Ivory II ini ada empat type ukuran bangunan dan lahan, yang ada dua pilihan mau yang three bed room atau two bed room, dengan ukuran lahan yang sama," kata Prani di lokasi proyek, Menganti, Gresik, Selasa (22/1/2019).

Yaitu type Camilia dengan ukuran tanah 6 x 13 meter, type Chrysanthia ukuran 6 x 14 meter, type Gladiola 6,5 x 15 meter, dan type Ascacia 7,5 x 15 meter.

"Kita sesuaikan dengan permintaan konsumen. Karena ada konsumen yang menghendaki desain yang beda dan mereka akan merenovasi rumahnya, ya kita siapkan rumah tumbuh. Namun ada juga yang ingin bisa langsung ditempati," jelas Prani.

Dipaparkannya, perumahan Jade Hamlet dikembangkan di atas lahan seluas total 20 hektare. Harga rumah yang ditawarkan pada pengembangan tahap I ini mulai Rp 400 jutaan hingga Rp 800 jutaan per unit, 

Dengan menyasar segmen menengah, dia beranggapan perumahan sekelas Jade Hamlett memiliki pasar yang cukup besar sebagai end user atau pengguna. Tapi tidak menutup kemungkinan ada juga investor.

"End user yang kemudian jadi investor juga ada. Apalagi di produk kami di Hulaan ini, sejak kami luncurkan tahun 2017 lalu, sudah ada kenaikan harga sekitar 25 persen," ungkap Prani.

Hal itu dibuktikan dari cluster Ivory I, berupa rumah menengah ukuran mulai 13 x 6 meter yang dibangun dengan tiga kamar tidur, tahun 2017 lalu dijual dengan harga mulai Rp 250 jutaan per unit.

Saat ini, secondary rumah di cluster tersebut sudah naik di kisaran Rp 400 jutaan per unit. "Dan saat ini dari 200 unit, sudah 60 persen ditempati. Melihat antusiasme itu, kami sudah kembangkan Ivory II, dengan jumlah unit 400, saat ini sudah 75 persen yang laku. Di harga mulai Rp 400 jutaan," jelas Prani.

Selain itu, pihaknya juga menawarkan rumah siap huni (ready stock). Ini disiapkan bagi mereka yang ingin segera menempati rumahnya tanpa harus menunggu pembangunan. "Kita ada sebanyak 18 unit rumah ready stock. Jadi begitu bayar DP Rp 20 juta free biaya-biaya KPR dan bisa langsung ditempati," ulasnya.

Masih ada lagi pilihan penawaran kemudahan yang diberikan pengembang Jade Hamlet, yakni pilihan cara bayar melalui sistem inhouse. Bahkan, dengan DP 30 persen, pembeli bisa membayar dengan sistem inhouse hingga 6 tahun atau 72 bulan.

"Tapi untuk pilihan KPR, kita sudah kerja sama dengan BTN dan Bank Mandiri," jelasnya.

Komisaris PT Jade Development, Reinaldo Ardian menambahkan, ke depan, pihaknya akan mengembangkan lebih banyak rumah tapak di kawasan itu, sekaligus area komersial dan sarana olahraga terbuka, children waterplay ground, tempat ibadah, serta kawasan hijau dengan menanam sejumlah jenis tanaman buah. Bahkan lahan untuk pemakaman bagi khusus warga perumahan juga disiapkan di sebelah makam desa.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengembangkan konsep smart home di Jade Hamlet, seiring dengan kebutuhan pasar dan era teknologi digital saat ini. 

"Hal ini juga sesuai dengan segmen konsumen kami, yaitu muda, keluarga muda dan pekerja dengan Fixed income karena memang 90 persen konsumen kami pembiayaan lewat KPR," ujarnya.

Keunggulan paling update adalah terletak di dataran yang lebih tinggi, dekat sekolah negeri, dekat supermarket, dekat pasar tradisional, dan dekat akses jalan tol Legundi dan Driyorejo. kbc7

Bagikan artikel ini: