Usai akusisi Pertagas, PGN optimis mampu genjot penjualan di atas 10%

Rabu, 23 Januari 2019 | 14:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) optimis penjualan gas pada 2019 meningkat apalagi setelah mengakuisisi Pertagas.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, Rabu (23/1/2019) Direktur Utama PGAS, Gigih Prakoso menyatakan perseroan menargetkan penjualan gas bumi sebesar 935 BBTUD, atau lebih tinggi 10,12 persen dari realisasi kuartal III 2018.

Adapun pada realisasi kuartal III 2018, penjualan gas bumi PGAS mencapai 849 BBTUD. PGAS tahun ini juga menargetkan usaha transmisi gas sebesar 2.156 MMSCFD sepanjang tahun 2019, atau naik dari realisasi kuartal III tahun lalu mencapai 718 MMSCFD.

Sementara itu, jumlah pelanggan yang akan dikelola PGAS tahun ini mencapai 244.043 pelanggan. Dari sisi infrastruktur, PGN terus melaksanakan pengembangan infrastruktur pipa yang ditargetkan sampai dengan akhir 2019 totalnya sepanjang 10.547 kilometer.

Gigih menyebut target itu akan dicapai dengan pelaksanaan program kerja yang efektif seperti pengembangan segmen distribusi di pasar utama, optimalisasi operasi dan aset di Jawa bagian Barat dan Timur termasuk penyelesaian jalur pipa di beberapa lokasi.

"Ini yang kami katakan, bahwa sub holding gas akan lebih mampu untuk memeratakan dan menciptakan keadilan energi untuk masyarakat," jelas Gigih.

Selain itu PGN juga diamanatkan melakukan percepatan pembangunan dan pengoperasian Jargas. Target hingga 2025 sesuai Rencana Umum Energi Nasional, mencapai 4,7 juta Sambungan Rumah Tangga. Untuk dapat merealisasikan target tersebut, PGN mengharapkan dukungan dari Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).

Sampai dengan kuartal III 2018, PGAS telah berhasil melaksanakan serangkaian efisiensi yang mendongkrak laba bersih maupun laba operasi. Laba bersih sampai dengan triwulan ketiga 2018 mencapai 218 juta dolar, hal itu ditopang dengan capaian laba operasi yang tinggi, yakni sebesar 390 juta dolar.

''Selain itu aset PGN juga mengalami peningkatan. Tercatat, pada triwulan ketiga 2018 total aset PGN mencapai 6,661 miliar dolar AS, melesat jika disandingkan dengan jumlah nilai dalam dollar AS di tahun lalu,'' pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: