Bulog jamin 26 ribu ton jagung impor tak ganggu komoditas lokal

Jum'at, 25 Januari 2019 | 06:22 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kepala Divisi Regional Bulog Jatim, Muhammad Hasyim memastikan, masuknya 26 ribu ton jagung impor ke Jawa Timur tidak akan mengganggu keberadaan jagung dalam negeri. 

Penegasan tersebut diungkapkan nyusul masuknya 26 ribu ton jagung impor melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Rencananya, jagung tersebut akan didistribusikan sebagai bantuan bagi peternak di berbagai daerah dari Kementrian Pertanian dan Bulog.

Dijelaskan Hasim, keberadaan jagung dalam negeri tidak terlalu banyak dan saat ini sudah ada. Sementara puncak panen jagung dalam negeri diperkirakan akhir Maret. “Jadi keberadaan jagung impor ini tidak akan saling mengganggu, karena keberadaan jagung impor sudah ada wilayah distribusinya," kata Hasyim di Surabaya, Kamis (24/1/2019).

Jagung impor itu tiba di Surabaya pada Rabu (23/1/2019) malam, dan hari ini langsung di didistribusikan sebagai bantuan. Rincian distribusi bantuan antara lain sebanyak 50 truk dikirim ke Bogor, 100 truk ke Kendal dan Jawa Tengah, dan 100 truk ke Blitar, Malang serta beberapa daerah di Jatim. "Dengan bantuan jagung ini kami harap para peternak di berbagai daerah tidak gelisah lagi, karena stok sudah ada," kata

Jagung impor yang masuk ke Jatim tersebut adalah bagian dari program impor 100 ribu ton selama 2018, tujuannya untuk menekan harga telur melalui bantuan pakan ternak yang murah. Jagung tersebut akan dijual oleh Bulog dengan harga dibawah pasar sekitar Rp4.000, sedangkan harga pasar kisaran Rp5.600 sampai Rp5.700.  

Ia mengatakan, masuknya total 100 ribu ton jagung impor dari Brazil dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama sebanyak 73 ton, dan telah tiba di Jakarta dan Surabaya pada Desember 2018.  Kemudian, saat ini kembali tiba sekitar 26 ribu ton dan langsung didistribusikan kepada petani yang membutuhkan dan telah didata sebelumnya.   

"Pendistribusian kami lakukan bersama Satgas pangan, dan diharapkan dengan masuknya jagung impor ini akan menekan harga telur yang sempat naik," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: