Kadin minta pelaku e-commerce bawa produk UMKM ke pasar global

Selasa, 29 Januari 2019 | 17:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap para pelaku e-commerce untuk membawa produk lokal menuju kancah internasional. Tak hanya itu, Kadin pun meminta pelaku e-commerce untuk mengurangi barang luar negeri di marketplace mereka.

Berdasarkan pengalaman Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Vince Gowan, dalam pengujian produk UMKM ke pasar online internasional, 90% barang belum memenuhi standar. Baik itu secara kualitas, maupun kemasannya.

"Kami pernah bawa 30 orang pelaku UMKM ke acara di China, mereka bawa contoh barang yang akan dijual lewat e-commerce. Akhirnya diketahui, 90% barang belum memenuhi standar," kata Vince kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Karena itu, ia meminta bantuan pelaku industri e-commerce Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada 60 juta pelaku UMKM di Indonesia, terutama yang sudah go online. Menurutnya, proses sosialisasi lewat media juga penting

"Bagaimana cara mengemas barang supaya bisa diterima di e-commerce? Itu penting untuk disosialisasikan kepada pelalu UMKM," ujar Vince.

Salah satu pemain e-commerce Indonesia, Tokopedia berharap, lewat ekosistem dan marketing platform tersebut, merek lokal dapat bersaing dengan merek-merek internasional lainnya. Terlebih, Tokopedia juga menyediakan analisis data kepada pelaku UMKM agar mampu menjalankan bisnis dengan lebih efisien.

 

"Dengan memberi data berisi gambaran permintaan pasar, ekosistem, dan marketing, kami berharap, merek lokal bisa bertumbuh dengan menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan lebih baik," timpal CEO Office Manager at Tokopedia Priscilla Anais dalam kesempatan sama.

Tokopedia telah menjangkau 93% kecamatan di Indonesia. Selain itu, platform itu juga berupaya meningkatkan transaksi lewat content engangement sehingga para UMKM di sana bisa memasarkan produknya dengan lebih baik.

"Pelaku UMKM bisa memberikan content engangement untuk brand yang dijual. Menurut data kami, lebih dari 40% transaksi datang dari content engangement," kata Priscilla.

Pemasaran yang efektif juga menjadi faktor penjualan yang baik di Tokopedia. Baik pelaku usaha besar atau kecil bisa membayar biaya iklan ketika barang yang dipromosikan telah terjual."Hal itu membuat brand mengeluarkan biaya lebih kecil untuk mengembangkan bisnis mereka," kata dia.

Tokopedia sendiri mengalami peningkatan GMV sebesar 4x lipat dari 2017 hingga 2018. Jumlah UMKM yang tersedia di platform itu mencapai 5 juta hingga akhir tahun 2018. Lebih lanjut, mereka memiliki 11 partner di bidang logistik. Layanan mereka pun sudah berevolusi, tidak lagi hanya e-commerce.kbc11

Bagikan artikel ini: