Tahun lalu, penjualan listrik PLN tak capai target

Rabu, 30 Januari 2019 | 07:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) mencatat, realisasi penjualan listrik sepanjang 2018 mencapai 232 tWh, tumbuh 5,15 persen dari penjualan 2017. Namun pertumbuhan tersebut tidak sesuai yang diharapkan sebesar 7 persen.

Direktur Pengadaan Strategis PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso mengatakan, penyebab pertumbuhan penjualan listrik mengalami perlambat pada 2018 adalah, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mempengaruhi konsumsi listrik nasional.

"Asumsi pertumbuhan penjualan listrik 2018 5,15 persen. Kurang sedikit dari target 2018 arena pertumbuhan ekonomi," kata Iwan, di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Untuk pertumbuhan pelanggan sepanjang 2018 mencapai 5,65 persen dari 2017 sebesar 68 juta pelangan menjadi 71,9 juta pelanggan. Sementara daya tersambung listrik juga mengalami kenaikan menjadi 130.281 Mega volt Amper (MvA) dari tahun sebelumny 112.018 MvA.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto berharap, perseroanya masih mendapat laba untuk laporan keuangan, dia pun belum bisa menyebutkan karena masih dalam proses audit. "Rugi kurs pasti mengecil. Yang penting moga moga tahun ini," tandasnya.

Sebelumnya, PLN kembali merencanakan penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga, sehingga tinggal ada dua golongan pelanggan yaitu bersubsidi dan non subsidi.

Saat ini pelanggan listrik rumah tangga masih terbagi beberapa golongan yaitu, R-1 Rumah tangga kecil dengan 450 dan 900 Volt Amper (VA) bersubsidi, 900 VA non subsidi, daya 1300 VA, R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA, R-1 Rumah Tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA, R-1 Rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas.

Atas banyaknya golongan pelanggan listrik rumah tanggan tersebut, PLN berencana melakukan penyederhanaan golongan pelanggan, sehingga nantinya golongan pelanggan rumah tangga hanya ada dua saja yaitu subsidi dan non subsidi. kbc10

Bagikan artikel ini: