Grand Kenjeran lengkapi fasilitas komersial dengan pusat kuliner 'Kota Lama'

Rabu, 30 Januari 2019 | 23:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Area komersial selain menjadi nilai lebih bagi penghuni kawasan hunian serta pengembang, keberadaan kawasan komersial juga diyakini mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk meramaikan lingkungan bahkan pada akhirnya membeli hunian.

Strategi ini pula yang dilakukan PT Babatan Kusuma Jaya selaku pengembang perumahan menengah atas di Surabaya Timur, The Grand Kenjeran. Pengembang ini baru saja melengkapi area komersialnya dengan pusat kuliner dimana brand pujasera 'Kota Lama' jadi anchor tenant.

Marketing Director PT Babatan Kusuma Jaya, Ivana Tantoyo mengatakan, area komersial yang saat ini tengah dikembangkan adalah Ruko One Five, dimana sebagian besar akan difungsikan sebagai tenant kuliner sera penyedia kebutuhan sehari-hari.

"Kita terus mengembangkan kawasan yang merupakan jalan utama masuk perumahan ini. Lahan yang kita siapkan di sini yang membentang antara Ruko One Five hingga rencana marketing gallery nanti sekitar 1 hektare," jelasnya di sela peresmian Kota Lama, Rabu (30/1/2019).

Ruko itu sendiri, selama ini sudah banyak penyewa atau pembeli yang menempati dan sudah membuka usahanya secara stand alone, seperti Bon Ami, Halo Kopi, nail spa, laundry, Penyetan, dan sebagainya. Pihaknya masih menunggu kepastian tiga penyewa lagi, yang kemungkinan akan membuka usaha salon kecantikan, klinik, dan kafe.

"Sementara khusus untuk area Kota Lama sendiri kita menyediakan sekitar 15 tenant dengan beragam menu pilihan, yang sebagian besar makanan Indonesia, seperti nasi goreng mawut, mie kluntung, rujak, kikil bakso, siomay, batagor, dan sebagainya," ulas Ivana.

Direktur Utama Kota Lama, Rocky. Tanudjaja menuturkan, selain warga sekitar, pihaknya juga membidik para mahasiswa, anak sekolah, dan sebagainya. Selain mengedepankan sisi rasa, tenant-tenant kuliner yang masuk juga harus melalui serangkaian pengujian yang ketat.

"Yang terpenting kita tidak mau jenis makanan yang sama ada di sini. Jadi kalau sudah ada gado-gado, ya kita tidak menerima tenant yang sama," jelasnya.

Sejak resmi beroperasi pada 25 Januari 2019 lalu, Rocky mengklaim respon pengunjung cukup bagus. Bahkan dari 60 kursi yang tersedia, kalau sudah menjelang sore hingga malam hari, selalu penuh, bahkan sampai antre.

"Selain empatnya nyaman, parkir yang luas dan gratis, juga kita menyediakan spot-spo untuk berfoto. Ini yang sekarang banyak diminati pengunjung," tukasnya.

Jika di lantai dasar dimanfaatkan untuk pujasera, dari tiga ruko yang difungsikan untuk pusat kuliner tersebut, pihaknya hanya memanfaatkan lantai satu. Sementara untuk lantai dua dan tiga akan dimanfaatkan sebagai multifuncion.

"Tahun ini juga kami akan membangun marketing gallery dan ballroom di sebelahnya dengan kapasitas sekitar 300 orang," ujar Rocky.

The Grand Kenjeran sendiri total memiliki luas 70 hektar, dimana seluas 40 hektar sudah dikembangkan untuk hunian, fasilitas umum dan are komersial. Saat ini, The Grand Kenjeran tengah memasarkan cluster Pinewood sebanyak total 200 unit.

"Di tahap awal kia memasarkan 100 unit sejak tahun lalu, dan saat ini sudah terjual 40 unit. Kami bersyukur, mengingat tahun lalu pasar properti cenderung stagnan," jelas Rocky.

Cluster Pinewood sendiri seluruhnya rumah tipe besar dengan tiga lantai, dengan harga jual yang ditawarkan mulai Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar lebih per unit. kbc7

Bagikan artikel ini: