Kemendag naikkan harga acuan daging dan telur ayam

Kamis, 31 Januari 2019 | 17:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan menaikkan harga acuan komoditas telur dan daging ayam ras baik di tingkat peternak maupun konsumen.

Di level peternak, harga batas bawah telur saat ini ditetapkan Rp 20.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 18.000 per kg. Adapun, batas tertingginya diubah menjadi Rp 22.000 per kg dari sebelumnya Rp 20.000 per kg.

Di tingkat konsumen, harga acuan penjualan ditetapkan sebesar Rp 25.000 per kg dari sebelumnya Rp 23.000 per kg. Langkah yang sama diterapkan pada harga daging ayam ras.

Di tingkat peternak, harga batas bawah dikerek naik dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 20.000 per kg dan di yang tertinggi diubah dari Rp 20.000 per kg menjadi Rp 22.000 per kg.Adapun, di end user atau konsumen, harga acuan penjualan direvisi dari Rp 34.000 per kg menjadi Rp 36.000 per kg.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dalam surat yang ditujukan kepada para pelaku usaha, mengungkapkan penyesuaian harga itu dilaksanakan karena harga jagung sebagai bahan baku pakan ternak masih tinggi.Hal itu lantas membuat biaya produksi menjadi lebih besar sehingga harga jual perlu disesuaikan agar pelaku usaha tidak mengalami kerugian.

"Mengingat kenaikan harga jagung dan pakan yang berdampak terhadap kenaikan harga daging dan telur ayam ras baik di tingkat peternak maupun konsumen, penetapan harga khusus ini diperlukan untuk kondisi yang tidak normal," demikian pernyataan Mendag dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (31/1/2019)

Harga khusus itu secara resmi diberlakukan sejak ditandatangani yakni pada 29 Januari 2019 hingga 31 Maret 2019."Selanjutnya akan kembali mengacu pada harga sebelumnya yang mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018." pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: