Tol Trans Jawa bikin sopir truk rasakan kenyamanan dan pangkas waktu tempuh

Kamis, 31 Januari 2019 | 23:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dioperasikannya jalan tol Trans Jawa dirasakan kian memberi manfaat bagi pengguna jalan, tak terkecuali pengusaha yang bergerak di sektor logistik.

Kenyataan itu diakui para pengemudi atau sopir truk yang memang kesehariannya melintasi jalur yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya tersebut.

Iwan misalnya, sopir truk asal Kendal ini mengaku gembira dengan keberadaan Tol Trans Jawa, tak lain lantaran waktu tempuh pekerjaannya menjadi lebih cepat dibanding melintasi jalur biasa.

"Bagus, meringankan beban sopir," kata Iwan di Rest Area KM 19 Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).

Selain itu ia juga berharap agar perusahaan tempatnya bekerja dapat menambah uang jalan agar dapat selalu melintasi Tol Trans Jawa.

"Kalau uang jalan yang diberikan oleh pihak perusahaan, saya mau. Karena lumayan menghemat waktu. Lebih enak ketimbang lewat pinggir atau jalur biasa," tuturnya.

Ya, kendala biaya mungkin masih mengganjal bagi sebagian sopir truk. Namun, di balik harga yang dibayar, ada keuntungan berlebih yang didapatkan.

Hal itu diungkapkan oleh Boniran (50), pria yang biasa mengantar logistik dari Surabaya ke Bekasi tersebut mengaku keberadaan Tol Trans Jawa adalah hal yang baik bagi pengemudi truk.

"Tol itu jelas bagus terlebih untuk truk, kemacetan berkurang, waktu lebih cepat. Meski tol itu mahal, tetap lebih cepat dan efektif," ujar Boniran di lokasi yang sama.

Lain lagi dengan Adi (35), jika dua sopir sebelumnya bicara soal kecepatan, Adi lebih memperhatikan kenyamanan. Menurutnya, Tol Trans Jawa menambahkan opsi bagi pengemudi truk terkait kenyamanan. Pasalnya, mengemudi sepanjang hari ditambah bobot kendaraan yang begitu berat, membuat pengemudi perlu memiliki opsi jalan yang memudahkan para pengemudi dalam menjalankan kendaraannya.

Di balik nyamannya berkendara di sepanjang jalur Tol Trans Jawa, Adi menyayangkan beberapa kekurangan yang ada di jalur tersebut. Dia mengeluhkan kurangnya tempat peristirahatan bagi pengemudi truk, atau rest area. Padahal, kata dia, dengan panjangnya perjalanan yang ditempuh para pengemudi truk, dia dan rekan-rekannya sangat membutuhkan tempat peristirahatan yang cukup untuk sekadar beristirahat, mengisi bahan bakar atau melakukan perawatan ringan terhadap truknya.

Tol Trans Jawa beroperasi secara penuh pada 20 Desember 2018 yang lalu dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Tol ini sebagian besar dikelola oleh perusahaan plat merah Jasa Marga sepanjang 584km.

Tol Trans Jawa nantinya akan tersambung dari Merak-Banyuwangi, namun saat ini baru sampai Grati, Pasuruan. kbc10

Bagikan artikel ini: