Emas masih mendominasi, penjualan Antam meroket Rp25,22 triliun

Jum'at, 1 Februari 2019 | 09:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan tambang PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan penjualan bersih (unaudited) pada 2018 sebesar Rp25,22 triliun, melonjak 99,37% year on year (yoy) dibanding 2017 sebesar Rp12,65 triliun.

Senior Vice President Corporate Secretary ANTM Aprilandi Hidayat Setia menyampaikan, emas mendominasi total pendapatan sejumlah Rp16,69 triliun atau 66% dari total penjualan. Sebelumnya pada 2017 penjualan emas Antam baru mencapai Rp7,37 triliun. 

Volume penjualan emas pada 2018 mencapai 27.894 kilogram, tumbuh 111% yoy dari 2017 sebesar 13.202 kilogram. Produksi dari tambang Pongkor dan Cibaliung sejumlah 9.137,96 kilogram, naik dari tahun sebelumnya 5.572,06 kilogram.

“Penjualan emas mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan,” paparnya dalam laporan, Jumat (1/2/2019).

Sementara itu, nilai penjualan feronikel pada tahun lalu mencapai Rp4,74 triliun atau 18% dari total penjualan Antam. Nilai penjualan meningkat 47% yoy dari 2017 sejumlah Rp3,22 triliun.

Volume penjualan feronikel mencapai 24.135 ton dalam feronikel (TNi), naik 10% yoy dari sebelumnya 21.878 TNi. Adapun, produksi sejumlah 24.868 TNi, naik 14% yoy dari 2017 sebesar 21.762 TNi. Raihan produksi dan penjualan itu mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Adapun nilai penjualan bijih nikel mencapai Rp2,98 triliun pada 2018, tumbuh 117% yoy dari sebelumnya Rp1,36 triliun. Volume pemasaran bijih nikel mencapai 6,33 juta wet metrik ton (wmt), tumbuh 115% yoy dari 2017 sebesar 2,93 juta wmt.

Pendapatan ANTM pada 2018 dari bisnis bauksit mencapai Rp459 miliar. Volume penjualam naik 9% menuju 920.000 wmt dari sebelumnya 838.000 wmt. Adapun, produksi bauksit naik 70% menuju 1,1 juta wmt dari sebelumnya 648.000 wmt. kbc9

Bagikan artikel ini: