Kembangkan e-sports Indonesia, Salim Group gandeng perusahaan Jerman

Rabu, 6 Februari 2019 | 09:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Salim Group menggandeng perusahaan asal Jerman untuk berekspansi ke ranah e-sports. Keputusan ini dipicu kue pasar e-sports di seluruh dunia yang sedang meroket.

Memasuki dunia esports, Salim Group memilih ESL yang merupakan penyelenggara e-sports yang akhir tahun lalu bermitra dengan Intel di dunia e-sports.

Menurut Nikkei Asian Review, kedatangan Salim ke industri e-sports ketika nilai pasar esports global diprediksi melonjak dari USD 655 juta (Rp 9,1 triliun, USD 1 = Rp 13.961) menjadi USD 1,6 miliar (Rp 22,3 triliun) pada 2021 menurut penelitian Newzoo.

Adrian Lim, Direktur Perusahaan Inovasi Salim Group dan Nick Vanzetti, wakil presiden senior ESL di Asia Pasifik Jepang, mengaku telah menandatangani kemitraan strategis di bulan September lalu dalam rangka menjadi tuan rumah kejuaraan e-sports di Indonesia.

"Indonesia adalah pasar yang begitu besar. Kami selalu berkomunikasi untuk mencari mitra luar biasa agar bisa ekspansi ke berbagai negara," ujar Vanzetti.

Joint venture dengan Salim Group disebut Vanzetti sebagai langkah awal memulai sesuatu yang besar Indonesia.

Wilayah SEA (Southeast Asia atau Asia Tenggara) memiliki penggemar esports yang berkembang dengan laju pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 36 persen antara 2015 dan 2019, menjadi total 19,8 juta peminat di akhir tahun ini.

Sementara, Lim memandang banyaknya anak muda yang memiliki minat pada produk Indofood. Ia pun menyadari adanya hubungan antara pecinta esports dan konsumen Indofood.

"Chairman kami (Anthoni Salim) selalu mencari cara agar menarik komunitas-komunitas baru," ungkap Adrian. Ia juga berkata fokus pada komunitas tertentu dapat menghasilkan bisnis di masa depan.

Kejuaraan ESL telah dimulai pada Januari lalu lewat gim Dota 2 dan Arena of Valor (AoV) dan Indofood menjadi sponsornya. Final liga akan dilangsungkan di Jakarta pada Maret mendatang. kbc10

Bagikan artikel ini: