Investasi Rp1,65 triiliun, AP II siap operasikan tiga bandara baru

Rabu, 6 Februari 2019 | 17:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Operator bandara BUMN, PT Angkasa Pura II (Persero), akan menambah jumlah bandara yang dioperasikan dari saat ini sebanyak 16 bandara, kemudian bertambah lagi tiga bandara baru pada April atau Mei 2019.

Bandara-bandara baru di bawah AP II yakni Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Radin Inten II di Lampung, dan Fatmawati Soekarno di Bengkulu. Ketiga bandara itu diserahkan pengelolaanya oleh Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ke AP II melalui pola Kerjasama Pemanfaatan (KSP) Aset Barang Milik Negara selama 30 tahun.

Presiden Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan pola kerja sama tersebut akan menghemat APBN karena pendanaan investasi pengembangan dan pengoperasian bandara akan bersumber dari kas internal AP II. "Capital expenditure [belanja modal] dan operational expenditure [belanja operasional] tiga bandara itu akan berasal dari AP II sehingga pemerintah memiliki pilihan untuk menggunakan APBN guna membangun infrastruktur lainnya," ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis di Jakarta,  Rabu (6/2/2019).

Mantan Direktur Enterprise and Business Service PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk itu juga mengatakan pemerintah juga akan mendapat pendapatan tetap, pembagian keuntungan, dan penambahan aset baru, serta tetap memiliki aset eksisting bandara tersebut.

Adapun AP II sendiri sudah memiliki rencana pengembangan di tiga bandara itu. Di Bandara HAS Hanandjoeddin (Tanjung Pandan) akan dibangun terminal baru dan perluasan terminal eksisting untuk mengakomodir maksimal 6 juta penumpang hingga 30 tahun mendatang.

Terminal eksisting di bandara tersebut sebenarnya juga sudah mengalami backlog. Saat ini, jumlah pergerakan penumpang di bandara tersebut telah mencapai 1 juta penumpang per tahun, sementara kapasitas terminal hanya 300.000 penumpang."Investasi di HAS Hanandjoeddin disiapkan Rp 559,9 miliar di mana setengahnya untuk pengembangan terminal. Sisanya untuk fasilitas lainnya seperti penebalan runway," ujar Awaluddin.

Bandara HAS Hanandjoeddin saat ini melayani sejumlah penerbangan domestik seperti dari dan ke Jakarta dan Palembang, serta rute internasional dari dan ke Singapura.Adapun di Bandara Radin Inten II (Lampung), total investasi yang disiapkan sebesar Rp 467,6 miliar di antaranya untuk overlay runway secara berkala serta pembangunan dan rehabilitasi fasilitas bandara. Penumpang di Bandara Radin Inten II diproyeksikan dalam 30 tahun mendatang dapat mencapai 6 juta penumpang per tahun.

Pengembangan juga akan dilakukan AP II di Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu) dengan total investasi Rp622,6 miliar. Investasi itu disiapkan untuk pembangunan terminal baru dalam dua tahap guna mengantisipasi pergerakan 5,6 juta penumpang dalam 30 tahun mendatang. Dengan demikian total investasi tiga bandara itu Rp 1,65 triliun.

"Melalui berbagai pengalaman, termasuk membangun infrastruktur digital di bandara, AP II optimistis dapat mengembangkan tiga bandara tersebut guna lebih mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Indonesia," katanya.kbc11

Bagikan artikel ini: