BPS: Perekonomian Jatim di 2018 tumbuh 5,5 persen.

Kamis, 7 Februari 2019 | 06:39 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2018 relatif terkendali. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim merolis, pertumbuhan ekonomi Jatim sepanjang 2018 mencapai 5,5 persen. 

“Dari sisi produksi, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif kecuali Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; serta Pengadaan Listrik dan Gas,” ujar Kepala BPS Jatim Teguh Pramono di Surabaya, Rabu (6/2/2019).

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,63 persen, diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 7,61 persen; dan Industri Pengolahan sebesar 7,55 persen.

“Peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara c-to-c cukup signifikan terjadi pada 

Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,63 persen, Kondisi ini terutama didukung oleh meningkatnya pertumbuhan Subkategori Penyediaan Makan Minum sebesar 7,72 persen,” tambahnya.

Adapun struktur perekonomian Jawa Timur menurut lapangan usaha Tahun 2018 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Lapangan Usaha Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 29,73 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 18,19 persen; serta Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 11,90 persen 

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, Lapangan Usaha Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,21 persen, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 1,16 persen; Konstruksi sebesar 0,61; serta Informasi dan Komunikasi sebesar 0,39 persen.

“Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai Rp 2.189,78 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 1.563,76 triliun,” ujarnya.

Sementara Ekonomi Jawa Timur pada triwulan IV/2018 dibandingkan triwulan IV/2017 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,65 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 7,94 persen, diikuti Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 6,82 persen, serta Lapangan Usaha Jasa Perusahaan sebesar 6,72 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 7,77 persen, diikuti PMTB 6,26 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 5,20 persen. 

“Secara q-to-q perekonomian Jawa Timur Triwulan IV-2018 kontraksi 1,88 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 7,93 persen, diikuti Jasa Pendidikan sebesar 5,97 persen,” ungkap Teguh.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 10,16 persen diikuti PMTB sebesar 1,11 persen dan Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 0,75 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: