SP Pelabuhan Indonesia bantu pendidikan korban tsunami di Lampung

Kamis, 7 Februari 2019 | 14:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gabungan anggota Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia II (SPPI II) dari Indonesia Port Corporations (IPC) dan SPPI III dari Pelindo III, datang langsung memberikan bantuan pendidikan ke sekolah terdampak bencana tsunami di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Selasa (29/1/2018). 

“Begitu mendapat informasi bahwa perbaikan fasilitas di sekolah yang terdampak bencana tsunami di Selat Sunda akhir Desember lalu memerlukan bantuan, rekan-rekan SPPI II dan SPPI III segera berkoordinasi menggalang bantuan. Karena kebangkitan suatu kawasan tidak hanya infrastrukturnya, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan fasilitas pendidikan anak-anak kita agar bisa kembali belajar lagi dengan nyaman dan efektif,” ujar Sekretaris Jenderal SPPI III Adib Fadli, dalam siaran pers yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Kamis (7/2/2019).

Rombongan kendaraan termasuk mobil double cabin yang membawa barang bantuan, berupa buku-buku, baju seragam, alat ibadah seperti sarung, mukena, dan sajadah, serta peralatan pengeras suara (sound system) langsung menuju kawasan yang terdampak tsunami karena berhadapan langsung dengan perairan Selat Sunda. 

“Dari total bantuan senilai Rp 106 juta yang terkumpul dari kas dan donasi pegawai IPC dan Pelindo III. Sebagian bantuan kami sampaikan kepada adik-adik siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang bangunan sekolahnya hancur,” ujar Adib Fadli lagi.

Wakil Kepala Sekolah MI Darussalam, Rohimah Ridwan, mengaku terharu karena ada pihak yang menempuh perjalanan jauh untuk membawa bantuan dan langsung ditujukan untuk anak-anak sekolah korban tsunami. “Senang sekali (telah dibantu), terima kasih banyak kepada Pelindo II (IPC) dan Pelindo III. Insyaallah bantuan akan bermanfaat sekali untuk anak-anak yang kini terpaksa harus belajar dengan menumpang di rumah warga. Perhatian dan bantuan ini membahagiakan bagi kami di dunia pendidikan yang juga mencoba bangkit pasca-bencana,” ungkapnya.

Dari Lampung, rombongan bantuan SPPI II dan III melanjutkan bergerak ke selatan menyeberang Selat Sunda untuk menyampaikan bantuan ke pesisir barat Jawa yang juga terdampak tsunami. SPPI II dan III bekerja sama dengan PMI Kota Cilegon, Provinsi Banten, untuk bersinergi dalam penyaluran bantuan. 

“Penyaluran bantuan bekerjasama dengan PMI, karena pada tahap pemulihan bantuan harus diberikan pada yang benar-benar membutuhkan, jangan terjadi tumpang tindih atau penyaluran yang tidak merata. Selain itu juga agar bantuan berkontribusi pada berbagai program pemulihan pasca bantuan, yang tidak hanya infrastruktur atau kesehatan, tetapi juga penguatan ekonomi,” tambah Capt. Yusran, Wakil Sekretaris Jenderal SPPI II yang juga tergabung dalam tim bantuan.

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua PMI Kota Cilegon, Erwin Harahap, yang ditemui saat penyerahan bantuan dari gabungan Serikat Pekerja Pelindo tersebut. 

“Oleh PMI, bantuan dari Serikat Pekerja Pelindo akan dikontribusikan pada program trauma healing yang disebut psychosocial support program untuk pemulihan mental korban bencana. Saya juga sangat mengapresiasi kekompakan serikat pekerja Pelindo II (IPC) dan Pelindo III yang bersama menggalang bantuan, artinya sangat baik bila serikat pekerja turut peduli pada aksi sosial. Karena serikat pekerja itu jumlahnya banyak maka sangat potensial untuk membawa manfaat dalam membantu sesama,” ujar mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon tersebut.kbc6

Bagikan artikel ini: