Wujudkan budaya K3 pada TKBM melalui Sertifikasi Basic Safety Training

Sabtu, 9 Februari 2019 | 21:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Lingkungan kerja yang nyaman dan aman menjadi satu faktor utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan, termasuk di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia III. Guna mencapainya, perusahaan kepelabuhanan plat merah yang berkantor pusat di Surabaya ini telah mengikutkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dalam Sertifikasi Basic Safety Training.

“Sepanjang 2018, Pelindo III telah memberikan program CSR for Safety kepada setidaknya 500 Tenaga Kerja Bongkar Muat,” ujar SVP. HC Services & HSSE Pelindo III Edi Priyanto saat menyampaikan materi pada Seminar K3 Nasional dengan tema “Strategi Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Penerapan Budaya K3 (Safety Culture)” di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) (9/2/2019). Turut hadir menjadi pembicara dari Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) Hanifa Maher Denny dan dosen pengajar UNUSA Sahri.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja bongkar muat tidak hanya untuk menjaga agar kinerja pelabuhan tetap efisien, tetapi yang utama adalah menjamin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pelabuhan.

Nantinya diharapkan pada tenaga kerja bongkar muat yang sudah tersertifikasi tersebut dapat menularkan kebiasaan bekerja dengan mengindahkan safety culture dan mampu menjadi change agent di lingkungan kerjanya.

"Sehingga transformasi Pelindo III yang berfokus pada aspek people, process, and technology dapat terus berkelanjutan karena berjalan bersama karena saling mendukung satu sama lain," kata Edi yang juga merupakan anggota komisi II Dewan K3 Provinsi (DK3P) Jawa Timur.

Ia juga menegaskan bahwa organisasi dengan budaya keselamatan yang positif dicirikan dengan komunikasi yang didirikan atas saling percaya, memiliki persepsi yang sama tentang pentingnya keselamatan dan memiliki keyakinan tentang pentingnya langkah-langkah pencegahan untuk menciptakan keselamatan kerja.kbc6

Bagikan artikel ini: