Gabung Semen Indonesia, Holcim ganti nama jadi Solusi Bangun Indonesia

Senin, 11 Februari 2019 | 15:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Holcim Indonesia Tbk menyetujui pergantian nama perusahaan. Kini PT Holcim Indonesia berubah menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Hal ini sejalan dengan akuisisi yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Melalui keterangan tertulisnya, dalam RUPSLB Holcim Indonesia yang berlangsung pada Senin (11/2/2019) ini, para pemegang saham menyetujui beberapa keputusan. Salah satu keputusan yang dihasilkan yakni pergantian nama perusahaan menjadi Solusi Bangun Indonesia.

Selain itu, dua anak perusahaan PT Holcim Beton dan PT Lafarge Cement Indonesia berganti nama menjadi PT Solusi Bangunan Beton dan PT Solusi Bangunan Andalas.

Dalam RUPSLB juga telah dilakukan penunjukan Dewan Komisaris sebagai berikut:

Fadjar Judisiawan selaku Presiden Komisaris, Adi Munandir selaku Komisaris, dan Noriega Malave Francisco selaku Komisaris Independen.

Selain itu dilakukan penunjukan Direksi yakni Aulia Mulki Oemar selaku Presiden Direktur, Agung Wiharto selaku Direktur, dan Lilik Unggul Raharjo selaku Direktur Independen.

Dengan telah dibentuknya nama baru tersebut, perseroan akan fokus pada tujuan dasar, yakni:

  • Memperluas jaringan pabrik semen di dalam negeri; 
  • Memperluas diversifikasi jenis produk yang ditawarkan; 
  • Meningkatkan efisiensi, khususnya biaya distribusi dan bahan baku; 
  • Memperkuat posisi bisnis ready mix dengan berbagai variasi produk dan solusi, serta 
  • Memperkuat sinergi di berbagai bidang untuk meningkatkan efisiensi. 

Sekadar diketahui, Holcim Indonesia sebelumnya dimiliki oleh perusahaan semen asal Swiss, Lafarge Holcim. Perusahaan tersebut menjual seluruh aset operasi Lafarge Zero senilai US$917 juta atau setara dengan Rp 12,95 triliun untuk 80,6% saham Holcim Indonesia. 

Jumlah saham yang diakuisisi itu sebanyak 6,17 miliar dengan harga per saham Rp 2.097, sehingga menyebabkan perubahan pengendalian terhadap Holcim Indonesia. kbc7

Bagikan artikel ini: