Banyak destinasi wisata yang instagramable, Jatim kian diminati wisatawan

Senin, 11 Februari 2019 | 21:39 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja industri pariwisata Jawa Timur terus menanjak. Pencapaian ini menyusul banyaknya destinasi wisata baru yang cukup menarik dan instagramable sehingga viral di dunia maya.

Data Badan Pusat Statistik Jatim menunjukkan, secara umum, pola kedatangan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Provinsi Jawa Timur selama Januari-Desember 2018 dibandingkan periode yang sama tahun 2016 maupun 2017 mengalami kenaikan. 

“Secara kumulatif, selama Januari-Desember 2018 jumlah wisman mengalami kenaikan

sebesar 30,67 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu

dari 247.166 kunjungan menjadi 322.965 kunjungan,” ujar Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono di Surabaya, Senin (11/2/2019). 

Sementara itu, wisman dari sepuluh negara utama mengalami kenaikan 10,48 persen. Ke 10 negara yang berkontribusi terbesar terhadap pariwisata Jatim adalah Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, India, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Hongkong. Wisatawan mancanegara dari 10 (sepuluh) negara tersebut mencapai sekitar 53,28 persen dari total kedatangan wisman ke Jatim.

“Wisman berkebangsaan Malaysia merupakan yang terbanyak selama periode Januari-Desember 2018 sebanyak 68.277 kunjungan, disusul oleh wisman dari Singapura dan Tiongkok berturut-turut sebanyak 29.528 dan 16.066 kunjungan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jatim Difi A Johansyah memproyeksikan kinerja industri pariwisata Jatim bakal terus terkerek naik menyusul rampungnya beberapa tol di wilayah Jatim.

Di wilayah Jatim, kata dia, banyak sekali potensi pariwisata yang bisa dikembangkan. Oleh karena itu, pada tahun ini BI akan serius membantu peningkatan industri wisata Jatim. Untuk wisata sejarah misalnya, bisa dilakukan di daerah Trowulan, Mojokerto.  Di Bondowoso juga ada wisata komoditas kopi, dan di beberapa daerah lain. 

"Nantinya orang yang pergi ke Jatim tidak hanya ke gunung, seperti Bromo. Namun bisa juga ke pusat kopi dan coklat, dan ini menjadi daya tarik tersendiri," katanya.kbc6

Bagikan artikel ini: