La Nyalla: Sumenep berpotensi jadi garda depan revolusi industri 4.0 di Madura

Selasa, 12 Februari 2019 | 06:51 WIB ET
La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama Presiden Joko Widodo
La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama Presiden Joko Widodo

SUMENEP, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menilai, Pulau Madura mempunyai potensi besar untuk menjadi bagian dari pengembangan revolusi industri 4.0 yang sedang digalakkan oleh Presiden Joko Widodo.

”Revolusi industri 4.0 mendasarkan dirinya pada teknologi. Madura, jika digarap serius, tidak akan ketinggalan kereta dalam pengembangan revolusi industri 4.0. Mengapa? Karena Madura punya banyak potensi di tengah mulai jenuhnya industri yang selama ini hanya berpusat di kota-kota semacam Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo,” ujar La Nyalla seusai bertemu Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Sumenep, Senin (11/2/2019).

La Nyalla menyebut Sumenep sebagai daerah yang punya potensi besar untuk menjadi garda depan revolusi industri 4.0 di Pulau Garam.

”Presiden Jokowi sudah mengembangkan bandara di Sumenep, itu menjadi faktor kunci dalam membuka aksesabilitas agar industri berkembang. Sumenep juga menjadi jalur penghubung ke wilayah Indonesia Timur dan bagian timur Jawa seperti Situbondo, Banyuwangi, yang bisa berlanjut ke Bali. Aksesabilitas ini penting agar hasil dari industri yang ada di sini bisa mencapai pasar lebih cepat dan mudah,” papar pengusaha berbagai sektor bisnis tersebut.

Dia menambahkan, salah satu kunci bagi pengembangan revolusi industri 4.0 adalah penguatan kualitas sumberdaya manusia. La Nyalla berjanji akan memperjuangkan

”Selama ini sudah ada ribuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kami damping di Kadin Jatim. Saya ingin ke depan, dalam waktu tak lama lagi, Madura menjadi fokus pendampingan UMKM tersebut. SDM pelaku industri di Madura akan kami tingkatkan, bisa lewat kolaborasi dengan pendidikan vokasi maupun berbagai workshop. Seperti yang sudah dilakukan Kadin Jatim dengan menggelar berbagai workshop yang sudah dinikmati ribuan UMKM di Jatim,” papar La Nyalla.

La Nyalla menambahkan, revolusi industri 4.0 menyandarkan dirinya pada teknologi informasi. Segala sesuatunya berkait dengan teknologi, atau biasa dikenal sebagai internet of things. Untuk bisa menstimulus penetrasi teknologi informasi ke Madura, La Nyalla siap memperjuangkan ke Kementerian Kominfo dan BUMN telekomunikasi agar menjadikan Madura sebagai prioritas.

”Dan penetrasi teknologi informasi ini bukan hanya terkait bisnis, tapi sangat membantu untuk pelayanan publik. Misalnya, untuk kawasan kepulauan, pelayanan bisa cepat dengan teknologi informasi, tanpa harus ke kota Sumenep,” ujar La Nyalla. kbc10

Bagikan artikel ini: