Rumah Zakat luncurkan Gerakan Gelombang Wakaf

Selasa, 12 Februari 2019 | 18:19 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Rumah Zakat berkomitmen untuk terus menebar kebaikan bagi Indonesia dan dunia. Kali ini Rumah Zakat melakukan gebrakan dengan meluncurkan Gerakan Gelombang Wakaf.

Gerakan ini menandakan langkah besar Rumah Zakat untuk memujudkan visi menjadi filantropi ZISWAF dan kemanusiaa yang diwujudkan dalam bentuk rumah sakit, klinik, sekolah, 5323 desa berdaya, 200 hektar lahan produktif, serta 50000 UMKM di seluruh Indonesia.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, gerakan ini merupakan sebuah respon dari data yang dikeluarkan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI), yang menyebutkan bahwa potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 triliun, sedangkan wakaf uang yang baru dimanfaatkan baru mencapai Rp 400 miliar.

"Hal tersebut dilatarbelakangi oleh minimnya edukasi wakaf di Indonesia di masyarakat yang hanya mengenal wakaf dalam bentuk harta tidak bergerak saja berupa wakaf tanah dan bangunan," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (12/2/2019).

Padahal, ucap Nur Efendi, di satu sisi dalam aturannya, wakaf bisa berbentuk uang, emas, mobil, dan barang lainnya yang bisa digunakan untuk kepentingan sosial, bahkan apabila wakaf dikelola dengan baik oleh lembaga wakaf atau nazhir, hasil dari wakaf produktif tersebut bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Untuk itu salah satu fokus campaign Gerakan Gelombang Wakaf adalah memberikan edukasi dan keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan yang dimulai dari generasi milenial terhadap program wakaf.

"Rumah Zakat akan mengedukasi masyarakat melalui seminar di seluruh Indonesia dan aktivasi melalui media sosial. Selain itu juga membentuk komunitas wakaf yang bertujuan untuk melibatkan generasi milenial yang jumlahnya kurang lebih 40% dari total penduduk Indonesia secara langsung dalam proses pelaksanaan wakaf,” ujar Nur Efendi.

Terlebih menurut Nur Efendi, potensi wakaf ini cukup besar. Tidak seperti zakat, wakaf tidak ada nisab. Artinya semua orang bisa berwakaf. "Dengan adanya Gelombang Wakaf diharapkan bisa mengajak siapapun untuk bisa berkontribusi membangun Indonesia melalui wakaf," imbuhnya.

Menurutnya, wakaf memiliki peluang besar untuk dapat dijadikan sebuah sumber yang mengahsilakan produktivitas bagi masyarakat.

Rumah Zakat telah membuktikan ini dalam kiprahnya selama 20 tahun dan mampu memberdayakan 30 juta penerima layanan manfaat,18 Sekolah, 8 Klinik, dan 1295 Desa Berdaya. Hal ini semakin diperkuat merujuk pada keadaan beberapa waktu terakhir, yang menunjukkan ekonomi syariah terus memainkan peranan penting dalam pembangunan Indonesia, terlebih Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia.

Selain ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah), ada satu potensi yang belum bisa dikembangkan dengan baik, yaitu wakaf. Saat ini Indonesia masih parsial dalam hal mengelola masalah Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf) pada ZIS saja.

"Wakaf hari ini masih jauh dari apa yang diharapkan dan dimaksimalkan potensinya. Maka gerakan Gelombang Wakaf ini menjadi satu awalan pengoptimalan potensi ZISWAF secara keseluruhan," pungkas Nur Efendi. kbc7

Bagikan artikel ini: