Era digital, Allianz bidik segmen kaum milenial

Selasa, 12 Februari 2019 | 23:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Asuransi Allianz Life Indonesia telah mengubah konsep penjualan produk asuransi dengan memanfaatkan pendekatan teknologi digital. Segmen generasi milenial pun ditargetkan menjadi pasar baru. 

"Berdasarkan riset kami bersama Nielsen tahun lalu, milenial yang memiliki rencana finansial hanya sekitar 31 persen saja, 19 persen lainnya malah tidak punya plan sama sekali," ujar Karin Zulkarnaen, Head of Market Management Allianz Indonesia di Allianz Tower, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Hingga saat ini, jumlah nasabah Allianz masih didominasi masyarakat dengan rata-rata umur 40 tahun ke atas. Karin menuturkan pertumbuhan bisnis asuransi dimasa mendatang perlu dilakukan dengan cara kekinian.  

"Jadi yang dipikirkan masih yang seru-seru seperti lifestyle dan travelling. Cara kami juga harus diubah menyesuaikan milenial itu agar mau menerima informasi dan membeli asuransi," ungkapnya. 

Allianz telah mengembangkan produk asuransi jangka pendek dengan harga yang bersaing untuk segmen ini. Selain itu, penyampaian informasi kebutuhan asuransi juga melalui jalur yang berbeda. 

"Nasabah milenial itu agak berbeda kecenderungannya dibanding dulu yang milihnya komplit. Nah kalau milenial carinya yang bisa beli dulu, nanti perlahan-lahan akan tambah ketika sudah mampu membeli lebih," ungkapnya. 

Pengalaman membeli asuransi secara digital itu dituangkan dalam aplikasi Allianz Discover untuk kemudahan nasabah maupun tenaga pemasar. Karin optimistis pengembangan yang dilakukan bisa menaikan nilai pendapatan perusahaan hingga dua digit. 

"Hari ini kita buatkan bagaimana bisa mendapatkan informasi mengenai asuransi, beli asuransi enggak boring dan untuk preminya sedang kami siapkan," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: