PT Barata pacu kapasitas produksi roda kereta api

Rabu, 13 Februari 2019 | 08:42 WIB ET

GRESIK, kabarbisnis.com: Keseriusan industri nasional dalam memproduksi roda kereta api nasional ditunjukkan dengan kunjungan dari Menristekdikti  RI, Mohammad Nasir, Deputi Bidang Usaha Pertambagan, Industri Strategis  dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, M.ScES., dan BPPT, ke workshop PT Barata Indonesia belum lama ini.

Dalam kunjungan tersebut, baik itu pihak dari Menristekdikti, Kementerian BUMN, ITS maupun BPPT, melihat fasilitas serta kapabilitas workshop serta juga menengok pabrik machining centre baru yang tengah dibangun oleh Barata Indonesia.

Sebagai tindak lanjut kunjungan tersebut dan sesuai dengan arahan Menteri BUMN agar Barata Indonesia mulai memproduksi Roda KA menggantikan arus impor saat ini, telah diinisiasi pembahasan road map pengembangan teknologi roda kereta api yang akan diprakarsai oleh Menristekdikti, melibatkan kalangan ilmuwan di akademisi ITS dan lembaga lainnya, tanggal 7 Februari lalu di ITS Surabaya.

Direktur Utama Barata Indonesia, Oksarlidady Arifin mengatakan, Barata sangat bersyukur atas kepedulian dari Kementerian Ristekdikti. 

"Rencananya tahun 2019 Barata Indonesia  menargetkan untuk memulai proses produksi tahap pertama, dilanjutkan dengan tahap kedua pada tahun 2020 seraya menunggu kesiapan modal kerja," ujar Oksarlidady.

Barata Indonesia optimistis dapat mengemban amanah tersebut dengan baik. Terlebih Barata Indonesia selama ini juga telah  dikenal sebagai perusahaaan yang memproduksi komponen kereta api, yakni Bogie, yang tidak hanya dikonsumsi oleh pasar lokal namun juga telah diekspor ke berbagai macam negara.

Adanya machining center yang tengah dibangun juga merupakan salah satu upaya dari perusaaan untuk meningkatkan performa proses  Machining  yg saat ini dituntut lebih cepat dan presisi.  Termasuk salah satu fungsinya akan dimanfaatkan utk proses Machining Roda Kereta Api. kbc3

Bagikan artikel ini: