Mau perluas jangkauan ke daerah terpencil, fintech bakal dapat subsidi

Rabu, 13 Februari 2019 | 15:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berencana memberikan subsidi bagi perusahaan keuangan digital (financial technology/fintech) yang ingin mengembangkan bisnisnya ke daerah terpencil di Indonesia yakni tertinggi, terdepan dan terluar (3T).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menjelaskan, pemerintah akan memberikan subsidi dalam bentuk penggunaan akses data fintech yang dipakai para penggunanya.

Namun, dia belum menjelaskan secara detail mekanisme proses subsidi tersebut. "Nah, itu yang di subsidi untuk daerah-daerah yang remote agar penyelenggara fintech tidak hanya kumpul di masyarakat yang sudah punya akses keuangan," ujarnya di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Dia menambahkan, tujuan pemerintah memberikan subsidi fintech agar memperluas akses keuangan masyarakat Indonesia. Ini terutama bagi mereka yang jauh dan belum tersentuh dengan akses keuangan (unbanked).

"Karena kalau sekarang mau pinjem P2P lending syaratnya punya akun bank. Kalau punya akun bank kan dia sudah punya akses ke perbankan, justru fintech ini harusnya mendorong inklusi keuangan ke masyarakat yang belum dijamah atau terjamah oleh layanan keuangan," ujar dia.

Sementara untuk besaran subsidi yang akan diberikan, Rudiantara tak memaparkan lebih jauh. Meski begitu, dipastikan subsidi akan memberikan solusi bagi fintech di daerah 3T.

"Saya juga bicara dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) kenapa enggak kasih kebijakan ini. Kominfo bisa subsidi karena mereka enggak bisa rugi tapi minta BI (Bank Indonesia) dan OJK kurangi risiko kurangi NPL (Non Performing Loan atau kredit bermasalah) suatu sistem," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: