Kemenhub: Harga Avtur turun berpeluang pangkas tarif tiket pesawat

Rabu, 13 Februari 2019 | 16:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana Pramesti mengakui komponen terbesar harga tiket pesawat bukan berasal dari bahan bakar avtur. Namun, hitungan Kemenhub kontribusinya yang dapat mencapai 26%, logikanya harga tiket pesawat akan turun apabila harga avtur diturunkan.

Menurut Polana kontribusi biaya avtur sebesar 26% terhadap pembentukan harga tiket. Sementara, 73% lainnya ditentukan biaya reservasi, jasa asuransi, pelayanan penumpang di bandara serta pajak . Perhitungan biaya avtur tersebut seperti dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 tahun 2016.

"Jadi, kalau harga avtur turun, otomatis komponen-komponen biaya tadi berpengaruh, nanti kita lakukan penyesuaian kembali.Dengan asumsi pula loadfactornya 65%. Nah saat ini kami sudah melakukan banyak sekali monitoring dengan mengirim inspektur-inspektur kami memantau harga tiket. Memang sampai saat ini harga tiket masih di bawah koridor yang ditetapkan oleh PM 14," ujar Polana di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Sedianya, tim dari Kemenhub telah berdiskusi dengan Pertamina aviasi terkait persoalan harga avtur yang dinilai terlalu tinggi sehingga mendongkrak tarif tiket pesawat."Mereka menyampaikan harga avtur mereka sudah kompetitif tetapi memang mungkin masih bisa diturunkan. Namun itu bukan kewenangan kami di Kementerian Perhubungan. Itu ada di Kementerian ESDM," kata Polana.

Kemenhub masih akan bertemu dengan perusahaan maskapai penerbangan dan melakukan kajian insentif dalam dua hari ke depan"Kami akan mencoba melakukan penghitungan kembali terhadap tarif," terangnya.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis,Ketua Umum Indonesia Air Carriers Association (INACA) I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra mengatakan isu mahalnya harga tiket pesawat dan kaitannya dengan harga avtur. Isu tersebut dipastikan tidak untuk menyudutkan pihak tertentu.

Ari memastikan harga avtur tidak secara langsung mengakibatkan harga tiket pesawat menjadi lebih mahal. Menurut Ari beban biaya operasional penerbangan lainnya seperti leasing pesawat, maintenance dan lain-lain menjadi lebih tinggi di tengah meningkatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat.

"Sebagai Lembaga nirlaba yang beranggotakan 34 maskapai penerbangan di Indonesia, INACA berkomitmen akan terus menjaga hubungan baik dengan semua pihak, baik relasi bisnis maupun relasi non bisnis," katanya.

Merujuk data Aeroportos harga bahan bakar pesawat yang berdasarkan the US Energy Information Administration (EIA), harga bahan bakar pesawat di Indonesia terutama di Bandara Soekarno Hatta sekitar USD 2,16, kemudian di Denpasar sekitar US$ 2,39 dan Medan sekitar US$ 2,43.

Dibandingkan negara di Asia lainnya, harga avtur di Indonesia masih lebih sedikit mahal dibandingkan harga avtur di bandara Malaysia sekitar US$ 2,09. Kemudian Singapura sekitar US$ 2,04, dan di Hong Kong sekitar US$ 2,09. Di kawasan Asia Pasifik, harga avtur berada di kisaran US$ 5,25-US$ 2,09.

Data Pertamina aviation menyebutkan harga avtur di Bandara Soekarno Hatta di kisaran Rp 8.210 per liter. Sementara itu, di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, harga avtur di kisaran Rp 9.050 per liter. Di bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, harga avtur di kisaran Rp 9.320 per liter.kbc11

Bagikan artikel ini: