Jokowi minta maskapai turunkan harga tiket dalam pekan ini

Rabu, 13 Februari 2019 | 22:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta maskapai agar penurunan tarif tiket pesawat bisa berlangsung pekan ini.

Imbauan itu disampaikan di tengah hadirnya banyak keluhan, tak hanya dari penumpang, tetapi juga kalangan industri perhotelan dan restoran.

"Diusahakan (tarif tiket pesawat turun) minggu ini," ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan permintaan Presiden di lingkungan Istana Kepresidenan, Rabu (13/2/2019).

Menurut dia, pemerintah optimistis tarif tiket pesawat bisa turun karena sudah beberapa kali berkomunikasi dengan sejumlah maskapai nasional. Hanya saja, pemerintah tidak bisa memastikan tarif tiket pesawat akan benar-benar kembali turun sesuai harga semula pada akhir 2018 lalu.

Sebab, Budi mengatakan pemerintah masih membuka ruang bagi maskapai untuk menaikkan tarif tiket pesawat dengan level yang rendah yakni hanya sekitar 10 persen - 20 persen dari rata-rata tarif tahun lalu. Jangan sampai harga tiket naik hingga kisaran 40 persen - 60 persen seperti yang selama ini dikeluhkan banyak pihak.

"Dari angka tahun lalu, jadi kalau naik batasnya maksimal segitu, 10-20 persen," ujarnya.

Budi mengatakan pemerintah tidak bisa benar-benar menurunkan tarif tiket pesawat hingga murni kembali ke kisaran tarif pada 2018, karena pemasangan tarif seharusnya memang terjadi secara alami berdasarkan persaingan pasar.

"Ini kan korporasi, kami tidak boleh intervensi. Biar mereka yang kalkukasi," ungkapnya.

Kendati begitu, Budi Karya menekankan sikap ini bukan semata-mata pemerintah membela pihak maskapai. Khususnya, Kementerian Perhubungan sebagai regulator memang hanya bisa sebatas menyediakan regulasi bagi industri. Menurut dia, pemerintah tetap memihak kepada kepentingan masyarakat karena mempertimbangkan daya beli masyarakat.

"Kami balance, jadi kami pikirkan semuanya. Airline dipikirkan, tapi masyarakat juga," tekannya.

Sebelumnya, tarif tiket pesawat dikeluhkan banyak pihak, salah satunya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menduga tingginya tarif tiket pesawat disebabkan oleh tingginya harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero).

Oleh karena itu, Hariyadi menyampaikan keluhannya langsung ke Presiden Jokowi. Usai mendengar keluhan itu, Jokowi pun berjanji bakal memanggil Pertamina agar bisa menurunkan harga avtur. Jokowi mengancam akan membuka pintu bagi distributor avtur lain jika Pertamina tidak bisa menurunkan harga.

"Pilihannya hanya satu, harga (avtur) bisa sama dengan harga internasional tidak. Kalau tidak bisa, saya akan masukkan kompetitor lain, sehingga terjadi kompetisi, karena ini memang mengganggu sekali," kata Jokowi. kbc10

Bagikan artikel ini: